Zakat dari Gaji ASN, LazisNU: Pemerintah Memaksakan

Zakat dari Gaji ASN, LazisNU: Pemerintah Memaksakan

116
0
SHARE
Syamsul Huda. Foto: Yusuf Tirtayasa/Majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta РKetua NU Care-Lazisnu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Syamsul Huda menyatakan pihaknya selama ini belum pernah dilibatkan soal rencana pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5% untuk zakat.

Ia mengatakan banyak warga NU yang juga seorang ASN, dimana hal tersebut menurutnya tidak boleh diabaikan. “Artinya, terkesan Pemerintah memaksakan,” ucapnya usai deklarasi Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Syamsul meminta Pemerintah untuk duduk bersama dalam membicarakan soal tata ulang serta proses dalam merealisasikan rencana itu. “Kami ini ingin juga menyampaikan aspirasi masyarakat supaya tidak terjadi pemotongan ganda terhadap zakat maupun pajak,” imbuhnya.

“Wacana ini distop dulu,” tambah Syamsul.

Pihaknya juga berharap wacana zakat ASN bisa lebih dikembangkan lagi, bahwa zakat tersebut sudah mengurangi pajak. “Ini akan kami setujui dan kami akan mendorong bahwa tidak ada pemotongan ganda di dalam program ini,” ucapnya.

Selain itu, ia mengingatkan kedepan, harus dipikirkan kembali perihal roadmap perzakatan secara komprehensif. Syamsul menuturkan rencana Pemerintah belum mengatur soal bagaimana pengelolaan zakat yang baik.

“Inilah yang kemudian menjadi polemik, seolah-olah Pemerintah butuh duit untuk bikin infrastruktur untuk pembiayaan politik 2019,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY