Majalahayah.com, Jakarta – Membangun budaya sadar bencana memang penting bagi anak usia dini. Selain mendapat pengetahuan di rumah, anak pun berhak mendapatkan ilmu tambahan di ruang lingkup sekolah, terlebih bencana banjir baru saja melanda Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020.

Peranan guru dalam mengajar tentu bukan sekedar membentuk murid menjadi cerdas, namun melindungi anak-anak saat berada di sekolah pun sudah menjadi kewajiban para guru dan jajarannya.

Memang upaya melindungi murid dari bahaya bencana di sekolah bukanlah hal yang mudah, lalu bagaimana caranya ya?

Menjawab persoalan ini, Yayasan Kuasa Resiliasi Indonesia (YKRI) sebagai mitra Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) berhasil mengadakan kegiatan One day Workshop tentang Komitmen Bersama Mewujudkan Sekolah Aman Bencana Berkelanjutan di provinsi DKI Jakarta yang terselenggara di Hotel Balairung, Jakarta Timur pada Rabu, 08 Januari 2020.

“Kami mengetahui bahwa Provinsi DKI Jakarta memiliki sembilan potensi bencana seperti banjir, banjir rob, tanah longsor, cuaca ekstrim atau angin putting beliung, epidemi penyakit, penurunan tanah, konflik sosial, kebakaran gedung dan pemukiman serta kegagalan teknologi. Untuk itu, kami melakukan pendekatan kepada sekolah seperti siswa, tenaga pendidik, komite sekolah hingga pemangku kepentingan di sekolah untuk berkomitmen membangun sekolah aman bencana,” jelas Kurnia sebagai Ketua Pelaksana Harian YKRI (08/01/2020).

Kurnia berharap Workshop yang dihadiri 50 orang ini dapat sepenuhnya berkomitmen dalam menerapkan sekolah aman bencana yang menjamin pelayanan mutu pendidikan dan membangun budaya sadar bencana di DKI Jakarta.

“Sekolahku aman, belajar nyaman, prestasiku gemilang adalah harapan kami dengan adanya program sekolah aman di sekolah kami. Saat ini sudah ada kegiatan dan kami sangat suka ketika mengenal kesiapsiagaan di sekolah, seperti bagaimana mengantisipasi kebakaran yang terjadi kami telah berlatih bersama Damkar dan PMI,” tulis harapan anak-anak SDN Klender 21 yang tergabung dalam tim siaga.

One Day Workshop dihadiri oleh DInas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Kanwil Kementrian Agama DKI Jakarta, Sudin Pendidikan Jakarta Timur, UPTD kecamatan Duren Sawit, Kepala Pengawasan SDN Klender 21, Plan Indonesia, Forum PRB DKI Jakarta, Damkar Duren Sawit Jakarta Timur, Save the Childern, Wahana Visi Indonesia, U-Inspire, Perwakilan sekolah, Private Sector dan Media.