Yenny Wahid Akui Dilobi Sandi Masuk Timses

Yenny Wahid Akui Dilobi Sandi Masuk Timses

77
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Putri kedua KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) mengaku sudah diajak oleh pihak Prabowo-Sandiaga untuk masuk dalam tim kampanye. Ajakan ini menurut Yenny disampaikan langsung oleh Sandi saat berkunjung ke kediaman Gus Dur.

“Ini pak sandi tadi. tapi nantilah kalau orang NU itu diselesaikan semuanya melalui istikorah,” jelas Yenny saat ditemui di kediaman Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Menurut Yenny, Sandi tidak memintanya untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, tapi hanya terlibat dalam tim. Walau begitu dirinya akan mempertimbangkan tawaran tersebut.

“Jadi ya kita pertimbangkan dulu semuanya pada akhirnya saya akan konsultasi dengan ibunda saya kalau beliau mengizinkan yang mana jangan-jangan enggak dikasih izin. kita kan enggak tahu juga. jadi kita menerima semuanya orang, menitipkan aspirasi kita ke semua calon yang berlaga,” terangnya.

Baca juga :   Wahid Foundation : Perlu Terapkan Sistem Deteksi Dini Penanganan Kekerasan & Intoleransi

“Sebisa mungkin saya berharap izin turun dari ibunda saya jadi kita bisa leluasa menetapkan pilihan. karena ibunda saja sebagai pihak yang mungkin dianggap lebih netral sementara anak-anaknya bolehlah mungkin membantu salah satu calon,” tambah wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Sementara itu Sandi sendiri membantah mengajak Yenny Wahid untuk masuk ke tim pemenangan. Dirinya menyebut keluarga Gus Dur harus tetap menjadi penjaga keutuhan NKRI.

Baca juga :   Golkar Tanggapi Santai Isu Reshuffle Kabinet

“Saya tidak dalam posisi mengundang, tapi kan mba Yeni juga sebagian bagian dari keluarga Gus Dur, keluarga yang terus mencetak pejuang pejuang keberagaman dan toleransi tokoh-tokoh bangsa mungkin lebih tepat mba Yeni menjadi dan merawat keberagaman ini,” jelasnya sebelum meninggalkan kediaman Gus Dur.

“Saya tidak ingin saling tarik tarikan kayak transfer kata pak Prabowo. jangan seperti transfer pemain sepak bola, saling panas panasan terus tarik menarik, kita sampaikan bahwa kita ada tugas yang lebih penting bagaimana menjaga pilpres ini sejuk dan teduh, damai, rukun dan tadi disampaikan juga oleh bu Sinta,” pungkasnya.