Majalahayah.com, Jakarta – Sejak 2018, banyak orang sudah mengetahui pernyataan yang dinyatakan oleh Yayasan Save the Children mengenai Yaman. Salah satunya, mengklaim bahwa 85.000 remaja meninggal di Yaman pada tahun 2018. Meskipun demikian, Telegraph UK menyatakan bahwa pada tahun ini, total 5 juta anak Muslim Yaman diperkirakan akan mati karena kelaparan.

Kondisi Yaman masih sama yaitu masih mengalami perang saudara. Situasi semakin buruk dari hari ke hari. Laporan mereka lebih lanjut menambahkan bahwa lebih banyak anak akan kehilangan nyawa mereka karena kelaparan setelah tahun ini jika perang berlanjut. Dan sejak pandemi Covid-19 muncul, pedagangan hancur. Hasilnya ekonomi menurun.

Daerah itu bahkan tidak memiliki persedian satu pun obat parasetamol untuk membantu keluarga yang tak berdaya di Yaman. CEO Yayasan Selamatkan Anak-Anak Internasional (Save The Children), Helle thorning-Schmidt, mengungkapkan bahwa ada banyak anak yang tidak mengetahui apakah mereka akan mendapatkan makanan berikutnya atau tidak.

Dia lebih lanjut menambahkan bahwa risiko yang dibawa perang ini membunuh seluruh generasi rakyat Yaman, karena mereka terus menghadapi banyak ancaman mulai dari pemboman hingga kelaparan hingga bahaya penyakit yang dapat dicegah seperti Kolera, tetapi sekarang Covid-19 terlalu.

Save the Children telah memperingatkan pada hari Rabu (17/6/2020), sekitar empat juta anak memiliki risiko kelaparan dan satu juta lainnya sekarang mungkin menghadapi masalah kelaparan selama pertempuran Hodeida bergerak lebih jauh. Laporan prediksi ini sekarang berusia sekitar dua tahun dan Anda sekarang sangat menyadari situasi mereka saat ini.

Dia lebih lanjut menambahkan bahwa di Rumah Sakit yang terletak di sisi utara Yaman, bayi terlalu lemah sehingga mereka bahkan tidak bisa menangis kelelahan karena kelaparan