Waspada, Ratusan Aplikasi Playstore Terjangkit Virus

Waspada, Ratusan Aplikasi Playstore Terjangkit Virus

52
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ratusan aplikasi Android yang tersedia di Play Store disebut telah terjangkit oleh “virus iklan” alias adware yang bisa menampilkan iklan di ponsel tanpa seizin pengguna.

Hal ini diketahui dari hasil riset tim peneliti dari CheckPoint yang menemukan bahwa terdapat setidaknya lebih dari 200 aplikasi Android yang terinfeksi adware.

Adware bisa sangat mengganggu bagi pengguna smartphone karena menampilkan iklan berupa banner atau pop-up yang memenuhi layar ponsel demi menghasilkan uang bagi si pembuat.

Tak hanya menjengkelkan, adware yang telah menginfeksi perangkat dan terus-terusan menampilkan iklan juga akan memenagruhi daya tahan baterai.

Kembali lagi ke temuan CheckPoint, mengacu pada riset tersebut, mayoritas aplikasi yang dijangkiti adware ini merupakan game jenis simulator yang dikondisikan seperti situasi di kehidupan nyata, misalnya simulasi menjadi supir truk, supir bis, dan sebagainya.

Tim peneliti dari CheckPoint bahkan menyebut adware ini dengan istilah “SimBad” lantaran sebagian besar aplikasi yang terjangkit adware ini memang berasal dari game dengan genre simulation.

Baca juga :   Inovasi Medis, USB Stick yang Bisa Deteksi HIV

Menariknya, beberapa diantaranya adalah game yang telah diunduh sebanyak 5 juta hingga 10 juta kali, seperti Snow Heavy Excavator Simulator, Hoverboard Racing, Ambulance Rescue Driving, dan sejenisnya.

Jika ditotal, ratusan aplikasi tersebut sudah diunduh sebanyak 150 juta kali. Untuk daftar aplikasi secara lengkap dapat dilihat di https://research.checkpoint.com/simbad-a-rogue-adware-campaign-on-google-play/.

Tim CheckPoint juga mengklaim bahwa pihaknya telah melaporkan hal ini ke Google, selaku penyedia aplikasi, dan menyebut ratusan aplikasi tersebut telah dihapus dari Play Store, sebagaimana dirangkum dari CheckPoint, Jumat (15/3/2019).

Orang di balik panggung

Sejatinya, SimBad memang ditanamkan di dalam sistem aplikasi, sehingga tak bisa dilihat oleh pengguna awam. Namun, cara kerja dan perilaku adware bisa diamati.

Ketika pengguna telah mengunduh dan memasang aplikasi yang terjangkit “SimBad” pada ponselnya, maka aplikasi tersebut akan mengirimkan sinyal ke server pengontrol adware.

Setelah adware terpasang, orang di balik panggung yang mengontrol server tersebut bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan ke ponsel pengguna.

Baca juga :   Luncurkan TV Android, Xiaomi Mi TV 4 Usung Konsep Modular yang Bisa Diupgrade

Misalnya, “memaksa” pengguna untuk membuka link situs adware/phishing atau penipuan di peramban ponsel serta mengalihkan (redirect) pengguna ke Play Store untuk membuka aplikasi berbahaya yang telah diatur oleh pelaku yang menanam adware itu.

Aplikasi yang disusuip adware SimBad juga bisa mengunduh dan memasang aplikasi “remote”, yakni aplikasi berbahaya untuk mengendallikan smartphone pengguna dari jauh tanpa diketahui.

Buang untuk mencegah

Untuk mencegah aplikasi yang terjangkit SimBad ini berjalan di ponsel, pengguna bisa membuang (uninstall) aplikasi yang bersangkutan.

Pengguna juga bisa memperhatikan perilaku aplikasi yang berjalan di ponsel. Jika ketika membuka aplikasi pengguna disodorkan oleh banyak iklan, atau dialihkan ke sebuah situs melalui peramban secara paksa, maka aplikasi tersebut patut dicurigai.

Penguna juga bisa memanfaatkan aplikasi antivirus untuk mencegah aplikasi berbahaya yang mengandung adware atau program jahat lain.