Ustadz Arifin Ilham, Ujian yang Jadi Magnet Semua Tokoh

Ustadz Arifin Ilham, Ujian yang Jadi Magnet Semua Tokoh

111
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ustadz Arifin Ilham menjadi pembicaraan publik beberapa hari ini. Saat Ustadz kelahiran 49 tahun ini harus dirawat di rumah sakit karena penyakit kanker nasofaring dan getah bening.

Hal ini sendiri diketahui dari foto yang diunggah Putranya, Muhamad Alvin Faiz yang meminta doa untuk kesembuhan ayahnya. Pada foto pertama Alvin mengunggah fotonya bersama ayahnya, serta Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan.

Pada foto kedua, Alvin posting foto Ustadz Arifin Ilham yang tangannya masih disuntik infus. “Senyuman dan tawa abi, menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kami semua abi @kh_m_arifin_ilham,” tulis Alvin dalam keterangan foto itu.

Setelah itu beberapa tamu pun hadir untuk menjenguk Ustadz Arifin Ilham, mulai dari sesama pendakwah, tokoh nasional, hingga Paslon. Seperti Ustadz Yusuf Mansur, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kiai Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Hal ini menunjukkan sosok pendiri Majelis Az-Zikra ini akrab dengan segala kalangan. Terutama tokoh nasional yang bahkan sering berseberangan secara politik.

Sosok Arifin Ilham dan Sepak Terjangnya

Arifin Ilham sendiri lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969 dari lima bersaudara. Dirinya sendiri dari pihak ayah, masih keturunan ketujuh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjasari, ulama besar di Kalimantan.

Sejak kecil, Arifin dikenal sebagai anak nakal. Bahkan, ia pernah kecebur di sungai. Beruntung, dalam laman pribadinya, ibunya berhasil menolongnya. Bahkan saat SD pun predikat nakal dan pemalas masih bertengger di dirinya hingga baru bisa baca tulis huruf latin waktu kelas 3 SD.

Ia sekolah di SD Muhammadiyah. Namun sayang, ia harus pindah sekolah karena berkelahi sampai bonyok dengan temannya. Akhirnya Arifin melanjutkan sekolahnya di SD Rajawali.

Saat menginjak masa SMP pun kenakalannya justru bertambah. Ia terpengaruh berbagai macam kenakalan remaja seperti merokok, berjudi dengan kelereng, mencuri uang ayahnya. Bahkan ia pernah mengancam  akan membakar rumahnya gara-gara minta dibelikan motor trail tidak dipenuhi ayahnya.

Hingga tiba saatnya orang tuanya pergi haji pada tahun 1982. Pikirannya mulai tidak tenang dan mencoba membenahi diri. Betapa terkejut kedua orang tuanya saat mereka kembali dari tanah suci melihat perubahan sikap anaknya yang drastis. Arifin minta dimasukan ke pesantren. Padahal ia baru kelas 1 SMP.

Baca juga :   Apresiasi Film 212 The Power of Love, Prabowo Berikan Nilai 9,95

Pada tahun 1983, ia pun dimasukkan ke Pesantren Darunnajah Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di sini ia hanya  sampai kelas dua aliyah. Pada 1987, ia meneruskan kelas dua aliyah hingga kelas 3 di Pesantren Assyafi’iyah di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Sejak di pesantren, ia sudah berceramah. Baik ceramah di kampung halamannya maupun di Jakarta dan sekitarnya.

Setelah lulus dari pesantren, ia melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia masuk FISIP, Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia lulus pada tahun 1994 kala usia 25 tahun.

Berbekal gelar sarjana, ia mengajar di Universitas Borobudur. Di sisi kehidupan lainnya, Ustaz Arifin dikenal sebagai seorang penyayang binatang. Ia memelihara burung hantu, ayam kate, bahkan kera. Pada awal April 1997, Ia diberi ular hasil tangkapan warga kampung di semak belukar. Namun, hal nahas pun terjadi, ular tersebut menggigitnya hingga keadaanya kritis.

Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Namun, beberapa rumah sakit yang dikunjungi tidak menerimanya karena alasan perlengkapan medis sementara kondisi Arifin makin kritis. Sampai akhirnya, ia dibawa oleh Cut Tursina, ibu angkatnya, ke RS St. Carolus, Jakarta. Di sini Arifin dapat pertolongan dan pengobatan.

Tapi, keajaiban terjadi. Setelah 1 bulan melalui masa kritis. Akhirnya Arifin memasuki masa penyembuhan. Selama kritis, ia mendapatkan pengalaman spiritual dari alam bawah sadarnya. Hal tersebut semakin mengkukuhkan hatinya untuk jadi pengingat manusia agar selalu berzikir kepada Allah.

Sejak itu, ia mulai kembali mendalami dan berkonsentrasi di bidang agama. Yang tadinya dosen, ia beralih menjadi penceramah. Ia mulai hadir sebagai penceramah pengganti bila ustaz utamanya tidak hadir. Mulai dari sana, namanya mulai dikenal jemaah pengajian. Bahkan jamaah langsung meminta Arifin mengisi pengajian sebagai penceramah utama.

Pada tahun 1999, ia pindah ke depok dan mulai memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok. Ia mengenalkan zikir berjemaah. Pada awalnya dihadiri oleh tiga orang. Selanjutnya, jemaahnya terus bertambah. Alhasil, pengajian zikir yang digelar selalu dipenuhi jemaah dengan seragam baju warna putih. Sejak itu, tempat kegiatan Arifin Ilham dikenal sebagai Majelis Az-Zikra.

Baca juga :   Ada Jenderal Luhut di Jembatan Tol Suramadu?

Namanya pun makin populer sebagai ustaz dengan suara khas dengan lantunan lapaz-lapaz zikir kepada Allah. Ia mulai tampil di acara-acara besar dan beberapa media televisi. Jemaahnya makin banyak. Ia pun mengembangkan majelis zikirnya ke luar daerah Depok. Pada 7 Juni 2009, majelis zikir secara resmi dipindahkan ke kawasan perumahan Bukit Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Paslon dan Tokoh Ikut Mendoakan

Seperti disebut di awal tulisan, banyak tokoh nasional yang datang mengunjungi Arifin Ilham. Selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ustadz Yusuf Mansur ada juga Paslon Pilpres, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo.

Kunjungan kedua orang yang akan bersaing dalam Pilpres tersebut menunjukkan kehangatan dari sosok Arifin Ilham. Walau banyak juga yang menyebut kunjungan tersebut untuk mendapatkan simpati menjelang Pilpres.

Pada kunjungan Jokowi, Rabu (9/1/2019) pagi, dirinya sempat bercengkrama dengan Arifin Ilham. Hal ini bisa dilihat dari photo-photo kehadiran Jokowi.

Pada kesempatan kali itu pun, Presiden asal Solo tersebut memberikan doa agar Arifin Ilham segera sembuh. Sehingga jelas Jokowi, bisa kembali berkegiatan.

“Kami semua, masyarakat, mendoakan agar beliau cepat sembuh dan penyakitnya diangkat oleh Allah, dan beliau bisa berkegiatan kembali, berdakwah, syiar, dan berikan tausiah,” ujarnya.

Setelah itu, pada sore harinya, kompetitor Jokowi, Prabowo Subianto pun berkesempatan untuk menjenguk. Seperti Jokowi, Prabowo pun terlihat bercengkrama dengan Ustadz yang memiliki tiga istri tersebut.

Arifin Ilham pun sempat menujukan beberapa foto kuda pemberian dari mantan Jenderal Koppasus tersebut. Seperti diketahui, keduanya memiliki hobi yang sama yaitu berkuda.

“Beliau sempat kasih lihat saya, video-video beliau naik kuda. Jadi saya lihat kondisi semangatnya baik ya, tapi saya tidak tahu kondisi medisnya,” ucapnya. 

Ustadz Arifin Ilham pun sekarang sudah dipindahkan ke rumah sakit di Penang, Malaysia. Tentunya masyarakat berharap Ustaz Arifin Ilham bisa segera kembali sehat.