Foto : Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA saat mengisi kajian. Sumber : Instagram

Majalahayah.com, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan, sosok Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie bukanlah ilmuan biasa.

BJ Habibie, menurut Ustadz Adi Hidayat  adalah ilmuwan muslim yang rajin membaca Al-Quran. Sholatnya luar biasa pun demikian dengan ibadah puasanya. 

UAH mengaku, dirinya sewaktu kecil bercita-cita ingin menjadi seperti BJ Habibie. “Saya waktu kecil, cita-cita saya jadi pak Habibie. Setiap ditanya mau jadi apa? Pak Habibie, jadi apa? Pak Habibie,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Saking ingin menjadi seperti BJ Habibie, Ustadz Adi Hidayat mengoleksi buku-buku Habibie.
“Saya baca dari sejak kecil. Dari mulai cara belajarnya, baru saya mengerti setelah dewasa. Bahwa orangtua pak Habibie seperti menyiapkan beliau layaknya orangtuanya, ayahnya Imam an-Nawawi,” kata Ustadz Adi Hidayat.

UAH mengatakan, pendidikan dari ayah BJ Habibie seperti orangtua Imam an-Nawawi merawat anaknya.

“Makanya sifatnya waktu kecil itu mirip sekali,” kata UAH.

Menurutnya, dulu Imam an-Nawawi susah main. Disuruh main, tetap membawa buku. Ayah BJ Habibie meninggal dunia saat Sholat. Ketika itu, BJ Habibie kecil langsung menggantikan ayahnya menjadi imam Sholat.
“Dewasanya, itu yang membantu beliau, berkat doa kedua orangtuanya. 

Digelari Mr. Crack

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, BJ Habibie merupakan orang yang mengatasi persoalan sayap pesawat yang mengalami crack saat menghadapi tekanan udara. Muncul retakan-retakan atau disebut crack, yang menyebabkan tidak jarang membuat pesawat itu meledak. 

“Masya Allah bukan orang Amerika. Bukan orang Eropa. Bukan Barat, Bukan Arab. Orang Pare-pare, Presiden RI ke-3 Indonesia BJ Habibie,” katanya. Ustadz Adi Hidayat mengatakan, karena menemukan teori retakan Crack inilah BJ Habibie digelari Mr Crack.

Orangtua BJ Habibie merupakan ahli tahajjud. Ibunya luar biasa, ahli ta’lim. Anaknya senang baca, senang belajar. Jarang keluar. “Bukan karena belajarnya. Lihat bapaknya, lihat ibunya. Lihat bagaimana mereka meningkatkan takwa kepada Allah SWT,” kata UAH. 

Bahkan ayahnya wafat dalam keadaan sholat. Ayahnya sedang sholat, Habibie kecil kemudian menggantikan bapaknya menjadi imam. “Jadi, semua orang-orang yang mendekat kepada Allah SWT, Allah berikan kemuliaan,” pungkas UAH.