Usia Golden Age, Cara Efektif Perkenalkan Budaya Literasi pada Anak

Usia Golden Age, Cara Efektif Perkenalkan Budaya Literasi pada Anak

71
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Mengasah kemampuan motorik kasar maupun halus pada anak, menurut Psikolog Keluarga, Nadya Pramesrani, hal tersebut bisa dilakukan dengan bermain. Tak hanya itu, dengan bermain, anak usia dini mampu memahami belajar dunianya, seperti kondisi personal, sosial serta kognitif.

“Semua permainan bisa meningkatkan stimulasi anak. Manfaat bermain, anak mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak saat berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Nadya Pramesrani saat Konferensi Pers Kodomo Challenge, Jakarta.

Mengetahui bahwa berlari, duduk, dan melampiaskan apa yang dirasakan, hal ini menurut Nadya jenis motorik kasar. Sedangkan jenis motorik halus seperti memasukan benda kedalam wadah dan menyikat gigi.

Baca juga :   Janji tak Kunjung Datang, Ahli Waris Segel Kelas dan Siswa Terpaksa Belajar Dekat Toilet

Moment Golden Age merupakan kesempatan yang tak akan berulang pada anak, disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, Sofia Hartati, ini merupakan kesempatan bagi orang tua untuk memperkenalkan budaya literasi pada anak.

“Jangan sampai literasi digambarkan membaca buku, saat mengenalkan tulisan kepada anak, sesuaikan terlebih dahulu minat anak, misalnya dengan simbol yang mudah diingat, kalau anak sudah paham, orang tua bertugas untuk menguatkan dan mengenalkan huruf-huruf pada anak,” papar Sofia.

Terkait literasi pada anak, oleh karena itu, Kodomo Challenge merupakan permainan edukatif yang efektif, sebab metodenya mempunyai keunggulan, seperti pendekatan multi-platform, dengan video, buku bergambar dan mainan yang berintegrasi satu sama lain.

Baca juga :   5 Alasan Seorang Ibu jadi Stres Saat Anak Sekolah Menengah

“Kurikulum dan materi dalam Kodomo Challenge disesuaikan dengan perkembangan anak, tak hanya itu, dengan menghadirkan sosok learning buddy, shimajiro menjadikan anak mudah berinteraksi,” papar Senior Martekting Manager PT Benesse Indonesia, Takashi Kimura.

Shimajiro dihadirkan oleh Kodomo Challenge untuk menjadi karakter edukatif nomor satu di Jepang yang berperan sebagai teman belajar anak. Bersama shimajiro, rasa ingin tahu dan motivasi anak akan meningkat.

“Saat anak sudah makan, orang tua bisa menjadikan shimajiro sebagai contoh sehingga anak termotivasi untuk makan,” tukas Takashi Kimura.