Majalahayah.com, Jakarta – Otoritas terkait di Singapura memutuskan umat Islam tidak akan melakukan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, pada tahun ini karena pandemi virus corona baru (Covid-19).

Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan 900 jamaah yang telah mendaftar berangkat haji tahun ini ditunda dan akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2021.

“Dalam konsultasi dengan Kementerian Kesehatan, (MUIS) telah memutuskan bahwa, sebagai pemangku kepentingan yang bertanggung jawab, Singapura sebaiknya menunda rencana haji 2020 untuk semua 900 jamaah kami hingga tahun berikutnya,” bunyi pernyataan oleh MUIS, Jumat.

Komite Fatwa Singapura, yang mengeluarkan panduan agama bagi umat Islam, juga mendukung keputusan untuk tidak mengirim jamaah ke Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19.

“Komite berpendapat bahwa dalam konteks saat ini, tidak semua prasyarat untuk haji yang aman terpenuhi, dan oleh karena itu, Komite merekomendasikan agar delegasi Singapura menunda rencana haji untuk menghindari potensi bahaya,” kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (16/5/2020).

Singapura hingga saat ini mencatat 26.891 kasus infeksi Covid-19 dengan 21 kematian dan sebanyak 7.248 pasien berhasil disembuhkan. Singapura menjadi salah satu negara yang paling terpukul di Asia Tenggara akibat pandemi Covid-19 dan mengambil langkah-langkah tegas untuk menghentikan penyebaran virus.

Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan apakah akan menggelar ibadah haji tahun ini atau tidak. Jika digelar, ibadah tahunan umat Islam ini akan berlangsung akhir Juli.

Kerajaan Arab Saudi, yang telah melaporkan hampir 47.000 kasus infeksi Covid-19 dan hampir 300 kematian sejauh ini, telah menangguhkan umrah sejak Maret lalu.

Pada awal pekan ini, pemerintah kerajaan mengumumkan akan tetap memberlakukan jam malam pada libur lima hari Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadhan mulai dari 23 Mei.