Ustaz Abdul Somad alias UAS. (Foto: MA/Kevin)

Majalahayah.com, Jakarta – Ustadz Abdul Somad (UAS) akhrinya merespon tentang film The Santri yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Mendapat pertanyaan dari salah satu peserta, UAS menjawab bahwa haram hukumnya memasuki rumah ibadah orang lain.

Mengapa ia katakan demikian? Dalam adegan sinematografi dalam film tersebut tidaklah sesuai dengan suasana kehidupan santri yang sesungguhnya.

“Saya sudah nonton film ini sampai habis, baru menengok trailer. Tapi dalam filmnya itu yang bisa saya komentari pertama masuk kedalam rumah ibadah. Karena Nabi tidak mau masuk ke tempat yang ada patung berhala. Imam syafi’i juga melarang untuk memasuki rumah ibadah yang ada patung berhalanya,” ujarnya dalam channel youtube ASWAJA TV (18/9/2019).

Selanjutnya, prihal hubungan antara laki-laki dan perempuan, UAS tegaskan pentingnya menjaga anak dan cucuk dari perbuatan maksiat.

“Islam tidak perlu diajari untuk berinteraksi sosial dengan nonmuslim. Apa lagi orang Tanjung Pinang. Seandainya orang Tanjung Pinang ekstrim tidak akan ada orang Tionghoa. Kita bisa menerima siapapun yang datang, kita bertetangga dan berkawan dan bersahabat. Kalau masalah ritual dan ibadah itu tidak ada tawar menawar,” jelasnya.

Maka ia katakan Lakum Diinukum wa Liya Din yang berarti untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku (QS Al Kafirun : 6).

Menurut UAS, saat ini banyak yang tidak bisa membedakan makna toleransi dalam beragama alias kebablasan. Ia cetuskan “Tidak tahu mana toleransi mana telor asin. Jangan karena toleransi mengorbankan akidah. Naudzubillah min dzalik,” imbuhnya.

Dilihat sebanyak 1,3 juta penonton, Trailer Film The Santri mendapat banyak respon negatif dari warganet. Dan telihat jelas pada kolam komentar top comment diraih dari para lulusan santri yang tidak setuju terhadap film tersebut.

Hal tersebutpun dikuatkan oleh statemen UAS yang menyatakan bahwa jika anak pesantren melihat ini, pasti ia katakan” ini bukan anak pesantren. Anak pesantren tidak seperti itu”.

Tidak hanya UAS, diketahui Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga mengkritik dan menyatakan keberatannya atas cuplikan film tersebut yang beredar luas di sosial media.

“Santri tidak seperti itu, pacaran begitu dekat antara laki-laki dan perempun dan sikap toleransi yang kebablasan. Saya takut orang menilai, oh ternyata santri seperti itu. Sekalipun saya sebagai orang pesantren yang belum melaksanakan santri teladan, tapi santri tidak seperti itu,” ucapnya dikutip melalui tribun.