Majalahayah.com, Jakarta – Semua karyawan Twitter harus bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus korona, dikutip Theverge.

Perusahaan media sosial ini mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah dalam pengumuman awal pekan lalu, tetapi kini membuat arahan wajib untuk karyawan di seluruh dunia.

Twitter akan terus membayar kontraktor, pekerja per jam, dan vendor untuk jam kerja standar jika mereka tidak dapat melakukan tugas mereka di rumah.

Perusahaan juga akan memberikan penggantian untuk biaya pengaturan kantor rumah, serta untuk orangtua yang mungkin harus membayar biaya penitipan anak tambahan.

Twitter bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mendorong karyawan untuk bekerja dari jarak jauh. Google pada hari Rabu meminta sebagian besar tenaga kerja globalnya untuk melakukannya, setelah meminta pada hari Selasa bahwa 100.000 karyawannya di Amerika Utara tinggal di rumah. 

Amazon telah meminta karyawan di negara bagian yang terkena virus corona, seperti Washington, New York, dan California agar tidak datang ke kantor.