aksi demonstrasi di depan keduataan Malaysia, Jln HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis (9/3/2017).
Foto : aksi demonstrasi di depan keduataan Malaysia, Jln HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis 9/3/2017. (majalahayah.com/RK)

Majalahayah.com, Jakarta – Masih belum jelasnya status Siti Aisyah akibat dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam. Membuat koalisi masyarakat sipil melakukan aksi demonstrasi di depan keduataan Malaysia, Jln HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis (9/3/2017).

Mereka menegaskan bahwa Siti Aisyah tidak mungkin terlibat dalam aksi pembunuhan kepada saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tersebut.

“Sangat tidak mungkin seorang gadis lugu yang hanya bekerja sebagai TKI. Seorang Siti Aisyah dengan sengaja melakukan pembunuhan,” ungkap Sunarti dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 kepada Majalahayah.com.

Mereka pun menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang malah memperdebatkan status Siti Aisyah. Terutama masalah ijin kerjanya di Negeri Jiran tersebut.

“Berbicara legal atau ilegal sebagai TKI tidak perlu kita perdebatkan. Dan jangan pula disalahkan kepada Siti Aisyah. Karena kalau membahas tentang legal atau pun ilegal pemerintah harus hadir untuk menyelidiki hal tersebut,” ungkapnya.

Karena itu koalisi yang juga terdiri dari SBSI 1992, Forum Syuhada Indonesia (FSI), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Bataylon Siswa, Guntur 49. Memberikan pernyataan sikap antara lain :

1) Mengecam dan mengutuk dakwaan dan ancaman hukuman gantung terhadap Siti Aisyah oleh pengadilan Malaysia.

2) Menuntut Presiden Jokowi dan Menlu RI Retno Marsudi untuk memberikan pernyataan sikap, berjuang serta mendesak pembatalan tuntutan vonis gantung terhadap Siti Aisyah.

3) Meminta masyarakat Internasional atas nama Hak Asasi Manusia dan kemanusian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Kim Jong Nam dan membebaskan Siti Aisyah dari segala tuntutan.

4) Mengajak elemen masyarakat untuk senantiasa mendoakan kebebasan atas segala dakwaan dan tuntutan hukum gantung untuk TKI Siti Aisyah.