Tipu Daya Taktis Kekuasaan Fir’aun Modern dengan Media Propagandanya

Tipu Daya Taktis Kekuasaan Fir’aun Modern dengan Media Propagandanya

1722
SHARE
Ilustrasi tipu daya. Sumber www.wakaf.daaruttauhid.org
Ilustrasi tipu daya. Sumber www.wakaf.daaruttauhid.org

Majalahayah.com, Jakarta – Dewasa ini masyarakat begitu dekat dengan informasi melalui media yang setiap hari ada disetiap rumah dan bahkan ada disetiap genggaman. Keresahan masyarakat merupakan efek kegamangan memahami keadaan dalam berbangsa dan beragama. Terlebih memahami perkembangan informasi dimancanegara yang menyuguhkan kondisi kerancuan tatanan dan peperangan yang memakan banyak korban, terutama dikalangan umat muslim.

Dari kondisi tersebut terdapat gambaran yang mencirikan kekuasaan absolut dimana selalu memahami kebenaran berdasarkan versinya sendiri, kekuatan politik yang menteror, bertindak sewenang-wenang, menindas kaum lemah dan menghancurkan musuh tanpa ampun. Layaknya kekuasaan Fir’aun di era modern saat ini, sebagaimana Allah menjelaskan dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash 28 : 4)

Disisi lain mendapati kondisi negara yang seolah aman dan damai tanpa peperangan, namun tidak merdeka secara utuh terutama bagi para penerus risalah kebenaran yang dibawa para rasul. Berbagai cara dari penguasa baik secara tekanan fisik dan senjata ada pula cara halus atau licik yang tak terlihat dan tak terasa secara fisik, biasanya menggunakan politik dan propaganda yang menghalalkan segala cara. Tujuan utamanya membuat hiruk pikuk kesibukan yang menyerang pola pikir dan mental bahkan hingga sampai menyentuh ke kebiasaan, selanjutnya menjadi karakter yang lalai atau meninggalkan Al-Qur’an.

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (QS. Fushshilat 41 :26)

Serangkaian hiruk-pikuk dibuat dengan beragam propaganda dan hasutan secara halus. Adapun cara yang mereka lakukan untuk menghancurkan persatuan para pengemban risalah antara lain adalah :

Baca juga :   Komisioner KPU DKI Jakarta Ungkap Topik dalam Debat Kandidat Perdana Cagub-Cawagub DKI Jakarta

Politik Adu Domba
Apabila ada dua kelompok atau lebih yang sama-sama memperjuangkan Islam, untuk menghancurkan dengan cara mengadu domba antara mereka. Hal yang mudah dijadikan pemicu perpecahan atau permusuhan adalah masalah khilafiah, selain itu masalah teknis. Politik ini efektif bagi kelompok yang fanatik kepada mahdzab fiqih. Pemerintah dzalim memelihara perpecahan tersebut, bahkan berusaha agar persatuan dikalangan kaum muslim tidak terwujud.

Politik Belah Bambu
Politik ini digunakan dengan cara yang satu diangkat dan yang lain diinjak, atau yang satu dirangkul, diunggulkan dan yang lain disisihkan, disudutkan. Kelompok yang dijadikan obyek adalah organisasi massa Islam yang formal atau non formal, atau organisasi politik yang memiliki basis massa yang banyak. Pemerintah dzalim sengaja membentuk organisasi-organisasi massa atau politik. Tujuannya jelas, agar kekuatan Islam terpecah dan melemah.

Politik Jaring Bubu
Untuk mengalihkan perhatian para pengemban risalah, mereka membuat jamaah tandingan. Dibuatlah jamaah atau kelompok yang mirip, maka kelompok tersebut dipelihara, agar dapat mengecoh umat yang hendak bersatu. Adapun sesuatu yang dapat ditiru , antara lain : kepemimpinan, program dan usahanya. Yang membedakan adalah tujuannya.

Bagi pengikut yang tidak memiliki tujuan akan mudah terkecoh dengan jamaah atau organisasi tandingan tersebut. Politik ini efektif bagi kelompok strukturalis atau ideologis. Misalnya, di Pakistan, untuk membendung gerakan Pan-Islamisme, pemerintah inggris membuat gerakan Islam tandingan dengan mendukung jamaah Ahmadiyah. Di Malaysia untuk membendung gerakan Islam PAS didukunglah gerakan Darul Arqam. Tapi apabila Darul Arqam sudah menjurus kepada kekuasaan, maka pemerintah pun cepat membubarkannya.

Politik Sambut-Makan Siang
Melihat semangat perjuangan para penerus risalah yang meningkat, para penguasa mencoba melemahkan gerak lewat cara persuasif mengundang, menyambut dan memberi makan siang istimewa atau tawaran-tawaran hadiah lainnya kepada tokoh yang berpengaruh dalam perjuangan Islam. Dengan lobi-lobi rayuan yang menghendaki agar melalui tokoh tersebut bisa bersinergi dan menurunkan tensi atau bahkan mengurungkan maksud-maksud perjuangan kelompok tersebut. Terkadang dimulai dari sekedar untuk menghimbau pengikut atau jamaahnya agar diam dan cukup memikirkan imannya sendiri saja.

Baca juga :   PB KBPII Serukan Pengusiran Bisnis Trump di Indonesia

Sepanjang sejarah hal ini dilakukan oleh pemerintah dzalim yang rakyatnya mayoritas muslim. Usaha pemerintah untuk membendung persatuan umat yang mencita-citakan tegaknya risalah Islam, mereka memelihara dan mendukung jamaah atau kelompok yang mirip-mirip, padahal mereka adalah “organ taktis” pemerintah yang berkuasa tersebut.

Dengan menggunakan berbagai media propagandanya, berbagai pembusukan, pelemahan/penggembosan, pengalihan dan pemecahbelahan. Seolah tak pernah kehabisan cara dengan menghalalkan segala cara pun ditempuh dengan segenap perangkat kekuasaan yang dimiliki. Dengan memanfaatkan dinamika jalur politik, kekuasaan Neo Fir’aun ini bermanuver dengan kelicinan dan kelicikan.

“…. mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Al-Imron 3 : 118)

Telah nyata bagaimana kesudahan orang-orang yang menindas dan memerangi para penyeru risalah dan senantiasa dijalur kebenaran dari para nabi dan rasul. Atas karunia Allah orang-orang bertakwa berjuang dengan keteguhan dan keimanan yang mengakar sehingga Allah menunjukkan pada para penguasa seperti Fir’aun beserta sekutunya dan tentaranya.

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu. (QS. Al-Qashash 28 : 5-6).