Ilustrasi rumah bersih. (Foto: Ist)

Banyak masyarakat mulai berani berinvestasi pada rumah pasca setahun pandemi Covid-19. Kondisi ini juga membuat pengembang properti membidik pasar hunian dengan segmen harga di bawah Rp1 miliar, khususnya rumah di Pamulang.

Kondisi pasar yang memang mulai bergairah setelah setahun dihantam pandemi. Membuat para pengembang menyakini adanya perluasan segmen pasar tersebut.

Hal ini terlihat dari banyaknya pengembang properti yang meluncurkan hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar. Terlihat di beberapa wilayah Tangerang sekitar, seperti Bintaro, Ciputat dan Pamulang.

Baca juga : 5 Cara Bersihkan Rumah Saat Banjir

Para investor sudah kembali melirik properti sebagai instrumen investasi yang kebal pandemi. Beberapa kondisi pun membuat investor yakin sektor properti sudah kembali bergairah.

Banyak yang mencari rumah tapak

Menurut pengamat properti Marine Novita mengatakan banyak yang mencari rumah di bawah Rp1,5 miliar, sehingga pencarian terbesar berasal dari kisaran harga tersebut.

“Ada 61 persen yang mencari hunian Rp1,5 miliar, dari 61 persen itu, 25 persen masyarakat mencari rumah dengan harga berkisar Rp300 juta hingga Rp750 juta,” ujarnya.

Dia memproyeksikan pada tahun depan, rumah yang diminati tetap berada di segmen di bawah Rp1,5 miliar.

Adapun pencari rumah saat ini merupakan kalangan menengah dan menengah atas, yang tidak mempermasalahkan jarak.

“Saat ini yang masih diminati rumah tapak. Tahun depan tetap di bawah Rp1,5 miliar ini yang diminati dan dicari,” lanjutnya.

Rumah tapak memang masih menjadi pencarian utama terutama yang mencari rumah pertama dibandingkan dengan apartemen, karena tinggal di apartemen belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia.

Baca juga : Rumah di Pamulang DP Suka Suka

Hal ini berbeda di Singapura dan Hong Kong yang sudah beberapa generasi tinggal di apartemen sehingga lebih mudah beradaptasi dengan hunian vertikal.

Kondisi ini karena di negara tersebut, rumah tapak masih mewah. Sementara di Indonesia, pergeseran belum terlihat dari rumah ke apartemen.

Masyarakat lebih toleran membeli hunian di Tangerang, Gunung Sindur, bahkan Cinangka. Mereka tidak memperdulikan jauh dari kota untuk bisa membeli rumah tapak.

Hal inilah yang membuat perumahan Bamboo Prime Residence hasil pengembang PT Karya Tunggal Properti ini membuat konsep untuk para milenial. Berkonsep etnik-bali, berlokasi rumah Pamulang, Tanggerang Selatan yang tentunya dekat dengan pusat kota.

Tersedia dengan berbagai tipe 50, 69, 70, 73, 88 seharga 800 juta an. Sudah terdapat fasilitas premium, seperti club house yang terdapat kolam renang baik untuk dewasa dan anak.

Dengan harga yang tidak mencapai Rp1 miliar, pemilihan rumah di wilayah ini sangatlah strategis Apalagi wilayah tersebut tidaklah jauh dengan pusat kota dan fasilitas publik.