Mobil Otonom Toyota. Foto : tribunnews

Majalahayah.com, Jakarta – Ban rusak tiba-tiba saat mengemudi seperti pecah, bocor, robek karena benda tajam, atau meleleh sebab kempis tapi dipaksa jalan merupakan insiden berbahaya yang bisa bikin buyar pengendalian. Tanpa antisipasi yang benar, hal itu dapat menyebabkan mobil melintir yang berujung kecelakaan fatal.

Saat insiden terjadi pengemudi hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan diri. Maka, pemahaman cara mengantisipasinya perlu diketahui.

Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menjelaskan cara menangani situasi tersebut dimulai dari langkah persiapan sebelum mengemudi.

Menurut Sony membiasakan diri mengecek kondisi tekanan udara pada ban sebelum mengemudi merupakan langkah antisipatif. Kata dia jangan membiarkan mobil melaju dengan ban kempis.

“Jadi harus sesuai dulu isi angin dengan standar dari APM,” kata Sony melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2020).

Kemudian pengemudi perlu mengistirahatkan mobil jika sedang melakukan perjalanan jauh. Sama seperti manusia, kendaraan juga perlu jeda sebentar setelah bekerja keras terutama ban yang posisinya selalu bergesekan dengan permukaan jalan.

Mengutip dari CNNIndonesia, Sony menjelaskan, saat pengemudi menyadari ada gejala roda bermasalah maka yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan cermat menentukan tindakan penting guna menjaga keselamatan seluruh penumpang.

Bila tiba-tiba ban pecah di jalan kemudian merusak pengendalian, Sony bilang pengemudi sebaiknya tidak merespons dengan menekan satu pun pedal kopling, rem, atau gas. Sony mengungkap ketika ban mendadak kehilangan tekanan angin ada efek yang menyebabkan kemudi seperti tertarik.

Hal yang disarankan yakni tetap memegang kemudi dengan kuat sambil berusaha menjaganya tetap di jalur aman.

“Ikuti saja mobilnya melaju sampai melambat sendiri sambil perhatikan sekeliling untuk menjaga jarak kemudian menepi di tempat aman. Jangan pernah injak pedal apalagi ngerem mendadak kemudian pedalnya dilepas, itu efeknya mobil bisa terbalik,” kata dia.

Menurut Sony, pengemudi juga sebaiknya selalu memperhatikan batas kecepatan saat melaju. Efek ban pecah di jalan bisa semakin sulit diatasi saat kecepatan tinggi.

“Karena apa? Saat bermasalah pada roda seperti ban pecah atau apa, mobil masih mudah dikendalikan. Mobil mudah dikendalikan saat mengalami masalah pada ban saat kecepatan maksimal 55 km per jam. Itu dari pengalaman saya,” kata Sony.