Ilustrasi pria dalam kesendirian. Sumber www.satumedia.co

Majalahayah.com, Jakarta – Meskipun selama ini saya secara sadar selalu membatasi diri dari paparan berita, baik lokal maupun internasional, akhir-akhir ini usaha tersebut tampaknya menjadi tidak mungkin dilakukan. Ketika membuat surel, menyalakan TV, atau membuka situs media sosial, langsung saya menjadi tahu kejadian terbaru di berbagai belahan dunia.

Kini, hal tersebut terasa agak menyesakan bagi banyak orang ; dan, rasanya setiap saat ada semakin banyak keburukan yang terjadi. Tetap bersikap positif bisa jadi merupakan hal yang sulit.

Namun hal itu penting dilakukan, mengingat kita semua secara individual bertanggung jawab atas jenis energi yang kita pencarkan ke dua ini. Saya tidak tahu dengan anda, tetapi saya tentu berharap mengontribusikan energi positif ketimbang energi negatif

Berikut untuk mempelajari 5 tips agar bisa tetap berpikir positif selama masa-masa yang bergejolak :

1). Ungkapkan Rasa Syukur

Saya yakin, sebagian dari anda sudah mengetahui¬† bahwa kebiasaan bersyukur yang dilakukan secara teratur membawa banyak sekali manfaat. Bagi yang belum terbiasa menulis jurnal rasa syukur, langsung saja “tekan tombol bersikap positif” dengan mengambil secarik kertas dan pulpen, lalu catatlah 5 hal yang anda syukuri saat ini juga. Dari mulai terbitnya matahari hingga wangi bunga segar, hal-hal tersebut akan membantu menyadarkan anda untuk menikmati momen saat ini dan memberi anda persepektif tertentu.

2) Terhubung dengan orang lain secara online

Sebagian besar dari kita memiliki media sosial dalam taraf tertentu, dan hal ini kerap menjadi tempat yang baik untuk mendapatkan dukungan dan perspektif dari teman, kenalan, dan anggota keluarga. Anda dapat mengungkapkan perasaan/frustrasi melalui saluran ini, dan, melakukan hal ini saya bahkan sudah membantu anda merasa sedikit lebih optimistik.

3) Pergilah ke Alam Terbuka

Tidak ada yang lebih membumi daripada alam ; maka, kenakanlah sepatu Anda dan mulailah berjalan kaki atau berlari di alam terbuka. Dari perspektif spritual, berasa di alam terbuka dan dikelilingi alam akan mengingatkan kita bahwa terlepas dari semua kekacauan yang terjadi, ada sesuatu yang lebih besar daripada kita sendiri.

4) Berliburlah dari Paparan Media

Inilah salah satu tindakan yang paling sederhana dan penting yang bisa diambil manakala Anda merasa sesak dengan berita : Istirahat! Berhentilah berlangganan situs berita, hindari media sosial dan matikan TV selama sepekan. Boleh jadi hal-hal inilah yang justru anda perlukan untuk mengisi ulang energi! Berita-berita itu masih bisa anda nikmati nanti setelah “liburan media” Anda usai, dan pada saat itu Anda sudah memiliki persepektif baru.

5) Jadilah Perubahan Itu Sendiri

Mempelajari sekian banyak masalah yang terjadi bisa menyalakan sesuatu dalam diri kita : hasrat untuk membantu menciptakan perubahan sehingga generasi-generasi selanjutnya tidak perlu lagi hidup dalam dunia seperti yang kita alami hari ini. Ubahlah rasa walau asih Anda menjadi tindakan! Maka, Anda pun akan merasa lebih positif karena mengetahui bahwa Anda membantu berkontribusi dalam membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik untuk dihuni.

Oleh : Heidi Oran (Pendiri dari The Conscious Persepective) dari buku Islamofobia : Melacak Akar Ketakutan Terhadap Islam di Dunia Barat