Foto : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sumber www.twitter.com

Majalahayah.com – Peringatan Hari Ibu (PHI) telah memasuki usia yang ke-90. Suatu usia yang cukup panjang bagi kaum perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya, yaitu bebas dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan. Pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, khususnya usaha mikro dan kecil terbukti mampu menyelamatkan nasib perekonomian bangsa.

Ketahanan ekonomi keluarga, yang diwujudkan oleh sinergitas peran kaum perempuan dan laki –  laki juga mampu mewujudkan ketahanan keluarga untuk  kesejahteraan bangsa. 

“Semangat memperjuangkan peran dan kedudukan perempuan dalam pembangunan bangsa oleh para perempuan pejuang di masa lampau masih relevan untuk dipertahankan dan dipelihara dalam konteks masa kini. Saat ini, perempuan masih kerap mengalami tindak kekerasan dan kesenjangan dalam mengakses, mengelola dan memperoleh manfaat pembangunan,” tutur Mentri Yohana.

Hal ini terbukti, para pelaku usaha mikro dan kecil masih mengalami keterbatasan dalam menjalankan usahanya untuk mengakses program-program peningkatan ekonomi, baik yang bersumber dari pemerintah maupun kalangan swasta. Padahal, sekitar 60% usaha mikro dan kecil dikelola dan dimotori oleh kelompok perempuan dan dapat menyelamatkan Indonesia saat mengalami krisis ekonomi tahun 1998. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga melakukan peluncuran Program “Sekoper Cinta” atau Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita – cita. “Sekoper Cinta” merupakan wadah bagi perempuan Jawa Barat untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman dan meningkatkan kualitas hidupnya, sehingga mampu memberdayakan dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar.  

“Ada 3 masalah utama yang menjadi tantangan bagi Prov. Jawa Barat. Permasalahan tersebut di antaranya kasus perceraian yang disebabkan karena Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), stunting, dan  perdagangan orang. Maka, kami melakukan peluncuran “Sekoper Cinta”. Inspirasi ini kami terapkan ke seluruh wilayah Jawa barat. Setelah berjalannya Sekolah perempuan beberapa tahun di Bogor, terbukti tingkat perceraian dan KDRT di Bogor luar biasa menurun,” tutur Ridwan Kamil.