The Umbrella Wisdom, Organisasi yang Berhasil Menyekolahkan Anak-Anak Pinggiran

The Umbrella Wisdom, Organisasi yang Berhasil Menyekolahkan Anak-Anak Pinggiran

138
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – The Umbrella Wisdom merupakan organisasi berbasis sosial yang peduli pada pendidikan anak serta isu-isu sosial berkaitan dengan anak – anak di daerah Pinggiran Rel Kereta Kampung Dao, Jakarta Utara.

Dalam kesempatannya, pada Sabtu, 09 Juni 2018 majalahayah.com berkesempatan mengunjungi dan turut serta merayakan ulang tahun The Umbrella Wisdom yang ke 7 tahun. Anak-anak Kampung Dao merasa senang upaya adanya perayaan  tersebut, rasa senang dan bahagia terpaparkan dari senyum dan tawa mereka hal ini dilengkapi dengan adanya permainan yang mengajarkan arti bekerja sama antar kelompok.

“Anak-anak yang bergabung di The Umbrella Wisdom silih berganti, karena kita mempunyai batasan, dalam mendidik hanya sampai batas Sekolah Dasar (SD), dalam kegiatan belajar mengajar kita agendakan setiap hari Senin, Rabu, dan Jum’at, untuk Sabtu untuk belajar mengasah otak kanan anak seperti bermain,” ujar Azka Sebagai Ketua Umum The Umbrella Wisdom saat ditemui di Kampung Duo, Jakarta Utara (09/06/2018).

Tak ingin mengambil peran orang tua seutuhnya, The Umbrella Wisdom hanya menempatkan waktu kegiatan belajar mengajar mulai dari jam 18.30 sampai dengan selesai kegiatan belajar mengajar.

Baca juga :   Minim Tenaga Pengajar di NTT, Muhammadiyah Bantu Transfer Ilmu dan Teknologi

“Biasanya yang dipelajari kegiatan sekolah dari Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan membantu menyelesaikan tugas rumah,” Tambah Azka.

Berbicara tentang perkembangan organisasi sosial The Umbrella Wisdom yang ke-7, Azka menambahkan bahwa sudah ada anak yang bisa bersekolah di SD Swasta dengan bekerja sama dengan Yayasan Sosial.

Dibalik mampu memperjuangkan 6 siswa ke SD Swasta dan 4 siswa di Pesantren, Azka sampaikan bahwa usaha dari panitia memperjuangkan anak-anak kampung dao ke sekolah negeri berbuah nihil.

“Kita udah daftarin anak-anak ke sekolah Negeri tapi itu belum bisa , ada aspek yang tidak bisa dipenuhi seperti akta kelahiran, untuk SD Negeri itu perlu banget akta kelahiran dan KTP orang tua, dan rata-rata KTP orang tuanya bukan KTP daerah sini, dan disini tidak ada RT dan RW , kalau disini adanya kepala kelompok yang strukturnya dibawah RT,” tutur Azka.

Baca juga :   Yerusalem Ibukota Israel, Ketua KPAI : Tampaknya Buku ini Tidak Melalui Proses Review

Berhasil membawa anak-anak kampung dao ke ranah pendidikan formal, Azka nyatakan banyak anak-anak yang tertular antusias ingin diperjuangkan pula untuk bersekolah.

“Antusias anak-anak sangat yang awalnya tidak ingin sekolah, pas bergabung di The Umbrella Wisdom, banyak anak-anak yang minta dimasukin ke sekolah formal, hal ini mendorong anak mau belajar,” imbuh Azka.

Memang dalam mengakses ke kampung dao memang tak terbilang mudah, harus berjalan kaki terlebih dahulu dari Stasiun Jakarta Kota sampai lokasi The Umbrella Wisdom, namun hal tersebut tak menjadi hambatan bagi anggota organisasi dan anak-anak kampung dao yang ingin meraih ilmu pengetahuan.

Diakhir kata, Azka sampaikan tuturkan harapan The Umbrella Wisdom yang ke-7 semoga semua adik-adik di Kampung Dao bisa bersekolah layak, dan tidak ada yang tidak bersekolah.

“Dalam meraih harapan tersebut cara mencapainya dengan berkontribusi menjadi penggerak dan pelaku untuk memenuhi persyaratan mereka untuk masuk sekolah,” tutup Azka.