Tersangkut Hoaks Ratna, Dahnil Anzhar Malah Yakin Elektabilitas Prabowo Naik

Tersangkut Hoaks Ratna, Dahnil Anzhar Malah Yakin Elektabilitas Prabowo Naik

28
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Drama berita hoaks aktivis Ratna Sarumpaet terus berlanjut. Banyak pihak yang ikut terseret atas kasus tersebut, salah satunya kubu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak yakin kasus Ratna Sarumpaet tidak akan menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Sebaliknya, Dahnil yakin jika elektabilitas Prabowo-Sandiaga akan meningkat buah dari kasus tersebut.

“Justru kemudian kami punya keyakinan ini akan meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga. Kenapa? Karena masyarakat akhirnya mengetahui bahwa Pak Prabowo adalah sosok yang humanis sangat berempati dan bersimpati, bahkan jarang berburuk sangka kepada siapapun dan suka menolong siapapun. Walaupun akhirnya beliau dibohongi,” kata Dahnil di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).

Baca juga :   Politisi Senior Golkar Ungkap Munaslub Akan Berlangsung Sebelum Pertengahan Desember

Dahnil menilai Prabowo merupakan sosok yang yang tak pernah berburuk sangka terhadap siapapun. Dahnil memberikan contoh ketika Prabowo membatu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara politik saat maju dalam Pilgub DKI Jakarta.

“Kenapa? Dulu Pak Jokowi datang ke Pak Prabowo minta bantuan secara politik, Ahok juga pernah datang minta bantuan secara politik, terakhir Bu Ratna. Beliau tidak pernah berburuk sangka walau kemudian dibohongi oleh Bu Ratna,” jelasnya.

Dahnil mengatakan ada hikmah yang di dapatkan kubunya atas kasus Ratna Sarumpaet. Dirinya mengatakan jika publik melihat sosok Prabowo sebagai sosok yang bertanggung jawab ketika melakukan permitaan maaf atas kebohongan Ratna.

Baca juga :   Keadilan Rakyat Dikangkangi Pemerintah, Ratna Sarumpaet: Kondisi Kita Sekarang Terlalu Buruk

“Justru hikmahnya, publik melihat pak prabowo adalah sosok yang berani bertanggung jawab penuh. Ketika beliau keliru berani meminta maaf pada publik. Sementara banyak pemimpin-pemimpin kita itu absen dan gak berani minta maaf kepada publik ketika bersalah,” papar Dahnil.

Dahnil berpendapat jika Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Prabowo. Dirinya juga yakin jika masyarakat tidak akan terkecoh atas politik hitam yang menerjang kubunya.

“Kami yakni publik, masyarakat tidak akan terkecoh dengan kampanye hitam yang memburuk-burukan Pak Prabowo malah justru melalui kasus Bu Ratna ini publik semakin tahu jika Pak Prabowo itu adalah pemimpin yang ikhas dan tulus,” pungkasnya.