foto : otoblitz.net

Majalahayah.com, Jakarta – Pada dasarnya, sebuah mobil telah dilengkapi dengan teknologi yang canggih untuk meminimalisasi kecelakaan. Salah satu di antara fitur pencegahan kecelakaan adalah sistem peringatan dini Lane-Departure Warning. Teknologi ini sebetulnya bisa menyelamatkan ribuan nyawa apabila digunakan dengan baik.

Namun, penelitian dari Insurance Institute  for Highway Safety (IIHS), jumlah pengendara yang mengabaikannya lebih banyak. Fitur tersebut akan otomatis bekerja saat mereka mendeteksi adanya tindakan abnormal yang terjadi pada mobil, misalnya saat mobil berjalan terlalu dekat dengan trotoar, berjalan di lajur yang salah, atau terlalu dekat dengan kendaraan atau benda lain yang memicu terjadinya kecelakaan. Mobil akan secara otomatis memberikan perintah kepada pengemudi untuk berkendara di tempat yang aman.

Cara mereka memberi peringatan biasanya adalah melalui tampilan layar atau LCD dashboard mobil. Di layar tersebut, mobil akan menunjukan icon berwarna tertentu yang memperingatkan bahwa mobil berada di lajur yang salah. Biasanya, peringatan ini juga dilengkapi dengan suara yang harus segera dipahami oleh pengemudi.

Apabila mereka mengetahui alarm tersebut, maka pengemudi harus segera kembali ke lajur yang tepat. Dalam keadaan tertentu pula, pengemudi juga harus segera mengerem atau membanting setir mobil ke arah yang tepat supaya kecelakaan fatal tidak terjadi.

IIHS menyimpulkan bahwa sistem ini mengurangi potensi kecelakaan sebesar 21 persen serta total tabrakan sebesar 11 persen.  Teknologi ini bahkan sanggup mencegah hampir 85.000 kecelakaan dan 55.000 cedera pada tahun 2015. Wakil Presiden IIHS, Jessica Cicchino mengatakan ini adalah salah satu teknologi antisipasi kecelakaan yang paling diharapkan para pengemudi mobil.

Sayangnya, Cicchino melihat masih banyak pengemudi yang sering menonaktifkan sistem Lane-Departure Warning ini karena mereka menganggap peringatan yang terdengar berdengung tersebut sangat menyebalkan.