serangan mesir

Majalahayah.com, Jakarta – Penyerangan sebuah masjid akan menjadi pergeseran taktik militan Sinai, yang sebelumnya telah menyerang tentara dan polisi yang baru-baru ini mencoba menyebarkan pemberontakan mereka ke daratan, menyerang gereja-gereja Kristen dan peziarah.

Sumber lokal yang dilansir dari Reuters mengatakan, beberapa penyembah adalah Sufi. Sebelumnya, Negara Islam telah menargetkan Muslim Sufi dan Syiah di negara lain seperti Irak.
Para jihadis di Sinai Mesir juga menyerang suku-suku setempat dan milisi mereka untuk bekerja dengan tentara dan polisi.
Sisi, mantan komandan angkatan bersenjata yang pendukungnya dipandang sebagai benteng pertahanan terhadap militan Islam, menjanjikan “kekuatan maksimal” terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan hari Jumat. Keamanan telah menjadi alasan utama pendukungnya, dirinya juga diharapkan mencalonkan kembali pemilihan tahun depan.
Militer Mesir melakukan serangan udara dan serangan malam untuk menargetkan persembunyian dan kendaraan yang terlibat dalam serangan tersebut, kata militer, tanpa memberikan rincian jumlah militan.
“Apa yang terjadi adalah usaha untuk menghentikan usaha kita dalam memerangi terorisme,” kata Sisi pada hari Jumat.
Serangan Sinai terjadi saat pemerintah Sisi berusaha menarik lebih banyak investasi asing dan menyelesaikan sebuah program reformasi IMF untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi yang berjuang melalui ketidakstabilan setelah pemberontakan 2011 menggulingkan pemimpin lama Hosni Mubarak.
Sinai Utara, daerah yang sebagian besar gurun terbentang dari Terusan Suez ke arah timur ke Jalur Gaza dan Israel, telah lama menjadi kepala keamanan Mesir dan merupakan wilayah strategis bagi Kairo.
Kelompok militan lokal Ansar Bayt al-Maqdis, yang pernah bersekutu dengan Al Qaeda, berpisah darinya dan menyatakan kesetiaannya kepada Negara Islam pada tahun 2014.
Meski begitu, serangan di Sinai memburuk setelah 2013 ketika Sisi memimpin penggulingan Presiden Mohamed Mursi dari Ikhwanul Muslimin setelah misa protes menentang pemerintahannya.