Terkait E-KTP, Rais Aam PBNU : Pelaku yang Tertangkap Hanya Kecil-Kecil

Terkait E-KTP, Rais Aam PBNU : Pelaku yang Tertangkap Hanya Kecil-Kecil

44
SHARE
Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin, sumber: mui.or.id

Majalahayah.com, Jakarta – Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin angkat bicara terkait permasalahan korupsi di Indonesia. Salah satu adalah kasus korupsi E-KTP yang hingga sekarang belum menemukan titik terang.

Bagi Ma’ruf Amin, kondisi ini terjadi karena para pelaku yang tertangkap hanya pemain kecil. Sedangkan pelaku yang mendapat untung besar bisa melenggang bebas.

“Korupsi bila tidak diberantas akan membuat kegaduhan. Korupsi ini menjadi laten (tersembunyi) karena berjamaah. E-KTP misalnya berjamaah tapi tidak mudah di tangkap. Karena yang biasanya tertangkap itu apes saja. Yang kecil-kecil. Bangsa 100 juta -200 juta – 300 juta. Miliyar atau triliyun tidak ketangkap,” paparnya saat memberikan sambutan di salah satu diskusi, di kantor PBNU, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Baca juga :   Mampir Ke Jakstore, Anies Baswedan : Atribut Klub Persija Bernilai Ekonomi

Karena itu dirinya meminta untuk mendidik anti korupsi sejak dini. Salah satunya dengan penanaman nilai-nilai Islam pada diri generasi muda.

“Islam kan sudah mengatur misal dalam Al-Qur’an, tidak boleh mengambil hak secara batil,” jelasnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa PBNU akan terus konsisten perang terhadap korupsi. “Korupsi ini memiskinkan rakyat, 
kita mendukung gerakan anti korupsi. Memiskinkan hak rakyat,” pungkasnya.