Majalahayah.com, Jakarta – Berdasarkan data per 27 Januari 2019 kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 613 kasus di DKI Jakarta, dimana jumlah ini terus mengalami peningkatan.

Diketahui, sebelumnya data per 23 Januari sebesar 467 kasus. Data tersebut berdasarkan sistem real-time. Angka tersebut mengalami lonjakan.

“Data per 27 Januari 2019, ada 613 kasus DBD dan tidak ada kematian,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam konferensi pers DBD di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin, (28/1/2019) dikutip dari Liputan6.

Sistem surveilans dapat mengetahui secara pasti lokasi mana saja yang masyarakatnya terjangkit DBD. Laporan itu dari puskesmas atau rumah sakit tempat pasien berobat. Menurut data tersebut kasus DBD paling tinggi ditemukan di Jakarta Selatan yakni 231 kasus, disusul Jakarta Timur 169 kasus dan Jakarta Barat 153 kasus.

Tim surveilans langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah pasien itu memang benar DBD atau bukan.

Disisi lain, Widyastuti juga mengingatkan tenaga kesehatan agar lebih mewaspadai kemungkinan DBD, bila pasien dengan keluhan demam. 

“Seluruh dokter baik di puskesmas dan rumah sakit harus waspada. Kalai ada pasien yang demam atau panas, patut diantisipasi itu DBD atau bukan. Segerla pantau kondisinya”, tukas Widyastuti.