Terikat Kode Etik Jurnalistik, Najwa Shihab : Jadi Tantangan Berdiri di Antara...

Terikat Kode Etik Jurnalistik, Najwa Shihab : Jadi Tantangan Berdiri di Antara Dua Karang

23
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Najwa Shihab mendapatkan anugerah tokoh anti korupsi 2017, sebagai jurnalis, wanita yang kerap disapa Nana ini menganggap jurnalisme dan korupsi berada di kutub berbeda. Pada sisi jurnalisme, integritas harus menjadi pijakan kuat sementara korupsi berdiri dalam kebohongan.

“Jurnalisme itu berdiri diatas integritas dan kejujuran, sementara korupsi berdiri diatas kebohongan, dan siapapun yang terlibat korupsi maka akan berpengaruh pada integritasnya, ini merupakan dua hal yang berkebalikan,” Ujar Najwa Shihab di Kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta (11/01).

Baca juga :   Suciwati Tegaskan dalam Penindakan Hukum dan HAM Pemerintahan Jokowi Nol

Sebagai seorang jurnalis, baginya mengungkapkan kasus korupsi merupakan hal yang wajar dan alamiah, lanjut Najwa, “Pilihannya bukan masuk akal atau tidak, hal itu satu-satunya pilihan jurnalis menyuarakan kasus korupsi. Integritas dan kejujuran benar-benar erat berkaitan dengan jurnalistik,” tambahnya.

Terikat dengan kode etik dan azas-azas prinsip jurnalistik seperti harus cover both side sehingga menjadi tantangan tersendiri menjadi seorang jurnalis. Dirinya menegaskan seorang jurnalis tidak bisa seperti orator yang bebas melakukan improvisasi.

“Oleh karenanya harus pandai memainkan bidak diantara dua karang,” tuturnya.

Baca juga :   Presiden Rusia Tegaskan Tidak Pantas Lanjutkan Serangan Terhadap Aleppo Saat Ini

Diriya juga menceritakan kisahnya saat masih menjadi presenter di salah satu stasiun TV swasta. Baginya banyak tekanan saat dirinya ingin mengangkat kasus-kasus korupsi.

“Katanya saya terlalu menghakimi jika mengangkat kasus-kasus mega korupsi, ketika kasus-kasus sedemikian konyol, dan ketika tindakan-tindakannya sudah semakin keterlaluan,” sapanya.

Nana sendiri percaya bahwa jurnalis akan selalu menyuarakan kebenaran dan warga negara mempunyai kewajiban untuk menjaga tanah air dari nafsu para koruptor.