Televisi Sebagai Sarana Hiburan Anak? Berikut Dampak yang Akan Didapat

Televisi Sebagai Sarana Hiburan Anak? Berikut Dampak yang Akan Didapat

228
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Televisi kerap dianggap sebagai salah satu hiburan yang paling mudah didapat dan murah. Nyatanya, televisi miliki beberapa dampak negatif terhadap anak.

Membiarkan si kecil menonton televisi terlalu lama memang tak baik.

Apalagi kalau tidak dibarengi dengan aktivitas fisik, hal ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Dilansir dari Kompas, pada beberapa penelitian menunjukkan tayangan televisi  punya dampak buruk pada kemampuan konsentrasi anak.

“Ini kaitannya dengan kerja neurotransmiter yang berfungsi untuk meneruskan informasi ke sel-sel otak yang terganggu,” kata Dra. Mayke Tedjasaputra, M.Psi, playterapist dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Mayke juga mengatakan, televisi  memberikan stimulus yang sangat kuat, baik melalui gerakan, warna, dan suara.

“Kalau anak terbiasa nonton televisi, nantinya jika tidak mendapatkan stimulus yang sama kuatnya bagaimana ia bisa memperhatikan. Ini akan terasa dampaknya saat anak di usia sekolah,” imbuhnya.

Dilansir dari laman mom junction, berikut 4 efek negatif televisi untuk anak-anak

1. Mengurangi aktivitas fisik

Menonton televisi bisa sebabkan anak malas bergerak dan mengurangi aktivitas fisik mereka.

Padahal, seperti yang diketahui bahwa bergerak sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan.

2. Dampak pembangunan sosial

Terlalu banyak menonton televisi akan mengurangi aktivitas sosial anak dengan teman seusianya. Hubungan sosial yang tidak terbentuk dengan baik bisa memengaruhi perilaku anak.

3. Konsumerisme

Terlalu banyak menonton televisi akan mendorong anak bersifat konsumerisme. Yaitu membeli barang-barang yang sebetulnya tidak mereka butuhkan.

Anak juga akan terdorong untuk memakan makanan yang kurang sehat seperti yang banyak diiklankan.

4. Memberikan pandangan yang berlebihan tentang dunia

Acara-acara televisi kerap memberikan pandangan yang terlalu membesar-besarkan realita dan terlihat hiperbolis.

Selain itu banyaknya acara yang tidak mencantumkan rating usia membuat anak tidak tahu acara mana yang boleh dan tidak mereka lihat.

Lantas, bagaimana cara anak terhindar dari kecanduan televisi?

Dilansir dari Nova, berikut 4 cara menghindarkan anak dari terlalu sering menonton televisi.

1. Jangan jadikan televisi sebagai “babysitter”

Kita tentu tidak bakal menitipkan anak begitu saja kepada orang asing.

Anggap saja televisi sebagai “orang asing” ini.

Televisi tidak dapat menanggapi tangisan anak atau mengetahui apa anak kita ketakutan atau tidak, atau mengingatkan acara yang ditayangkan hanya untuk orang dewasa.

2. Damping anak saat menonton televisi

Dampingi anak-anak menonton acara yang telah mereka pilih, dan bantu mereka menilai acara yang mereka tonton berdasarkan nilai-nilai dan tradisi yang ditanamkan dalam keluarga.

3. Letakkan televisi di ruangan yang jarang digunakan
Dengan meletakkan TV di ruangan yang jauh dari tempat anggota keluarga berkumpul dan berkegiatan, anak-anak  diharapkan enggan menonton dan menjadi lebih selektif dalam memilih acara-acara yang akan ia tonton.

4. Mulailah sekarang juga

Tak sedikit anak-anak yang ketagihan menonton TV sejak berusia dini.

Kebiasaan menyaksikan tontonan TV yang dapat merusak moral anak dapat diubah hanya dengan menggantikannya dengan berbagai kebiasaan baru di luar menonton TV.

LEAVE A REPLY