Tegas Menolak, Said Aqil Sebut FDS Buat Anak Tak Bisa Ngaji

Tegas Menolak, Said Aqil Sebut FDS Buat Anak Tak Bisa Ngaji

76
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj memastikan bahwa pihaknya menolak keras kebijakan sekolah lima hari delapan jam seminggu atau Full Day School (FDS).

Menurutnya, para peserta didik akan menjadi tidak bisa mengaji. “Peraturan Mendikbud sekolah lima hari membuat anak-anak tidak bisa ngaji, tidak ngerti akhlak,” katanya dalam peluncuran Hari Santri di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis malam (10/8/2017).

Baca juga :   Pengamat Ini Sebut Polemik Freeport Merupakan Skenario Jokowi

Dirinya berharap agar kebijakan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy itu bisa segera dicabut.

Pasalnya, Said Aqil menegaskan jika peraturan itu tetap dijalankan, NU tidak akan ikut bertanggung jawab atas resiko buruk yang kemungkinan terjadi.

“Kalo dipaksakan akan lahir generasi yang radikal. NU tidak akan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Baca juga :   Terus Tuntut Keadilan, Istri Hamsad Rangkuti : Ruang Kebenaran Itu Tidak Ada

Seperti diketahui, PBNU menolak tegas Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dengan alasan akan mematikan kelangsungan Madrasah Diniyah (Madin). Madin sendiri merupakan kegiatan keagamaan pada sore hari, yang berisi pembelajaran tentang tafsir Al-Qur’an, fikih, Bahasa Arab baik gramatikal dan sastra, serta pembelajaran akhlak.