Home Kesehatan Tar Disebut Lebih Bahaya Dibanding Nikotin

Tar Disebut Lebih Bahaya Dibanding Nikotin

130

Majalahayah.com, Jakarta – Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa nikotin merupakan zat paling berbahaya dari keseluruhan kandungan dalam rokok.  Padahal, kandungan tar dalam rokok lebih berbahaya ketimbang nikotin.

Nikotin membuat perokok kecanduan sampai- sampai sulit menghentikan kebiasaan merokok. Sedangkan tar bersifat karsinogen yang menyebabkan kanker dan penyakit lainnya karena kandungan empat ribu zat berbahaya di dalamnya.

“Tar itu asap hasil pembakaran dari tembakau rokok,” kata Ketua Koalisi Bebas TAR (Kabar) dan Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, dokter gigi Amaliya dalam Diskusi Publik Produk Tembakau Alternatif dalam Perspektif Kesehatan dan Hukum di UC Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dikutip dari tempo.

Bukan hanya terbentuk dari pembakaran tembakau rokok. Tapi juga terdapat dari hasil pembakaran sampah, bahan bakar minyak seperti yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor. Lampu tempel berbahan bakar minyak tanah pun membentuk tar.

“Kalau semalaman menyalakan lampu tempel dan esoknya bagian wajah banyak jelaga hitam, itulah tar,” ujar Amaliya mencontohkan.

Karena berbentuk asap, tar dapat membahayakan perokok yang menghirupnya dan orang-orang yang bukan perokok, tetapi ikut menghirup asapnya (perokok pasif). Tar membentuk lapisan lengket  di paru.

Ariyo Bimmo selaku pengamat hukum pun mengisahkan pernah hampir batal melanjutkan sekolah ke Belanda. Hal ini dikarenakan hasil tes paru yang menjadi salah satu syarat melanjutkan sekolah di sana menunjukkan ada flek pada parunya.

“Padahal saya bukan perokok. Tapi berada di ruangan yang ada perokoknya,” jelas Ariyo.

Dewan Penasehat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Jawa Barat, dokter Ardini Raksananagara menerankan, zat-zat berbahaya yang dikandung dalam tar beraneka ragam. Ada asam asetik yang biasa ditemukan dalam cairan pembersih lantai, asetanisol untuk bahan parfum, aseton untuk pembersih cat kuku, hydrogen sianida untuk racun tikus, methanol untuk membuat bahan bakar yang biasa jadi ramuan minuman keras oplosan, formalin untuk mengawetkan. Berbagai penelitian menyebutkan ada kandungan empat ribu zat berbahaya.

Tar yang dihirup bukan hanya menyebabkan paru tapi juga menyebabkan sejumlah penyakit. Seperti katarak, kanker mulut, kanker nasofaring atau kanker rongga mulut dan hidung, stroke, dan penyakit jantung.

“Karena asap rokok yang dihirup itu melalui semua organ tubuh dari kepala sampai kaki,” tegas Ardini