Majalahayah.com, Jakarta – Penyakit kulit memang sudah tak asing dan sering terjadi di masyarakat. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak usia balita hingga remaja pun tak sedikit yang mengalaminya.

Tidak hanya satu jenis, jika sobat ayah merasa kulit meradang, gatal, kering dan pecah-pecah, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV, CEO Klinik Pramuria imbau untuk waspadai terjadinya penyakit Dermatitis Atopik (DA).

“DA merupakan penyakit kulit kronis yang dapat menyerang semua umur. Mulai dari bahu sampai lansia dan tidak mengenal jenis kelamin. Perempuan maupun laki-laki rentan mengalaminya,” ujar saat Seminar media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (14/8/2019).

Data menunjukan bahwa prevelensi DA anak secara global 15-20% dari penderita DA, tetapi dr. Anthony katakan insiden DA pada anak adalah yang tertinggi yakni 85-95%.

Meskipun kulit bayi terlihat masih steril, namun dr Anthony ungkapkan secara logis kulit bayi selalu mengalami perkembangan.

“Perlu diingat, motorik anak selalu berkembang mulai dari merangkak, berdiri, dan faktor-faktor lainnya. Ini membuat bayi mulai banyak berkontak fisik dengen benda lain dan senang bermain sehingga memicu terjadinya DA,” jelasnya.

Lokasi terjadinya DA pada anak dan dewasa dr Anthony tambahkan ada sedikit perbedaan. Pada anak, ia tuturkan gerjadu di lipat siku, lipat lutut, seputar bibir atau mata dan pipi.