Tak Hanya Berikan Sembako, LAZISNU Jember Turut Kembangkan Pemberdayaan Masayarakat

Tak Hanya Berikan Sembako, LAZISNU Jember Turut Kembangkan Pemberdayaan Masayarakat

97
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdatul Ulama (LAZISNU) berikan sumbangan paket sembilan bahan pokok atau sembako kepada ratusan warga kurang mampu. Kegiatan tersebut terselenggara  dihalaman kantor MWC NU Kaliwates, Jember.

Sulitnya memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari, LAZISNU berikan sembako kepada 107 orang tidal mampu, diantaranya kepada para penjual kue, penjual sayur keliling, pedagang kecil, janda tak mampu, serta para lanjut usia. Saat pemberian sembako, rasa bahagia terlihat jelas pada wajah mereka.

Menerima paket yang terdiri dari 2 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula, Direktur NU Care-LAZISNU, Ardi Wiranata, mengatakan bahwa ratusan warga itu memang layak menerima sembako karena diperoleh melalui pendataan yang akurat.

Melakukan survei dari hasil pantauan panitia sepanjang jalan daerah Kaliwater, Jember. Lanjut Ardi, “Ada yang kita ketemu di jalan, sekitar kantor NU, orang yang sangat tua penjual jualan arum manis kita masukkan data untuk menerima sembako,” katanya (31/01/2018).

Diedarkan melalu akun sosial media WhatsApp group yang dikelola pengurus PCNU Jember, hal tersebut menjadi suatu keberhasilan atas terkumpulnya paket sembako yang disumbangkan oleh pengrus NU maupun para donatur. Dengan atusias yang tinggi, hal ini menjadikan daftar penyumbang terus diisi secara berantai, hingga mencapai angka yang cukup banyak. Kesediaan sumbangan mereka bervariasi dari satu hingga tiga paket.

“Tiga hari sebelum pelaksanaan, paket sembako itu sudah terkumpul sesuai dengan yang mereka tulis di WA grup,” jelas Ardi seraya menjelaskan bahwa pemberian sembako itu juga dalam rangka memperingati  harlah ke-92 NU.

Dilansir melalui NU, Mahasiswa Politeknik Negeri Jember itu manambahkan, bantuan terhadap kaum dhuafa akan tetap berlanjut. Namun bentuknya adalah pemberdayaan, yaitu berupa pemberian keterampilan sesuai dengan keseharian mereka. “Kalau pemberian sembako, itu sifatnya sesaat. Mereka gembira hanya sebentar. Bantuan sembako tetap perlu, tapi  pemberdayaan akan kami upayakan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY