Tak Butuh Banyak Mainan, Anak Hanya Ingin Eksplorasi Pengalaman

Tak Butuh Banyak Mainan, Anak Hanya Ingin Eksplorasi Pengalaman

97
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Meskipun mainan anak sudah menggunung di dalam rumah, kebanyakan orangtua tak tega saat si kecil menginginkan main di sebuah pusat perbelanjaan.

Pada dasarnya, anak sangat mudah diberi pengertian dan gampang sekali lupa atas keinginannya. Dan ia pun tak membutuhkan banyak mainan. Di kutip dari Dream, menjelaskan bahwa anak lebih membutuhkan hal baru yang menantang untuk mengembangkan daya eksplorasinya.

“Memasuki usia balita, mereka menjadi semakin tertarik pada eksplorasi objek. Pada tahap ini, kuncinya adalah memberi mereka akses ke hal-hal terbuka yang menumbuhkan imajinasi,” kata Anne Rowan-Legg, seorang dokter anak di Children’s Hospital of Eastern Ontario, Ottawa, dikutip melalui dream.

Mainan benda-benda dari rumah, seperti pot plastik, piring melamin atau tumpukan mangkuk pun dapat menjadi permainan yang disenangi anak. Dan jika ingin memberikan mainan yang sebenarnya, benda-benda seperti balok bangunan, boneka atau boneka binatang adalah pilihan yang baik.

Tidak ada jumlah minimum mainan yang dibutuhkan anak. Bahkan, sebuah penelitian menemukan bahwa ketika balita memiliki lebih sedikit mainan, mereka bermain dengan setiap mainan lebih lama. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fokus dan bermain lebih kreatif.

” Satu mainan yang harus selalu dimiliki adalah alat gambar, seperti crayon, pensil warna, spidol dan kertas,” kata Rowan-Legg.

Alat gambar dan tulis ini sangat menyenangkan bagi anak. Mereka bisa mengekspresikan emosi atau meniru gambar dan belajar untuk fokus. Jika ingin memilih jenis mainan, pilih yang diminati anak. Jangan sampai mainan yang ada dipilihkan tak disukai anak. Tentu hal ini jadi bukan sebuah hal yang menyenangkan.

Pertimbangkan juga untuk ‘berbelanja pengalaman’. Aktivitas interaksi, seperti traveling, jalan-jalan ke museum, main ke sawah, atau hiking jadi hal yang sangat dibutuhkan anak-anak.

” Jenis permainan yang paling menstimulus anak-anak adalah melakukan kegiatan yang memungkinkan interaksi pribadi. Jadi, rutin lah mengagendakan untuk berjalan-jalan seru bersama anak, bisa ke museum atau tempat lain yang menarik,” ungkap Rowan-Legg.

LEAVE A REPLY