Survei Median Tunjukan Cak Imin Cawapres Potensial untuk Jokowi

Survei Median Tunjukan Cak Imin Cawapres Potensial untuk Jokowi

39
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menempati posisi teratas pada daftar calon terkuat Cawapres Jokowi. Hal ini bedasarkan survei yang dirilis oleh Lembaga Media Survei Nasional (Median).

Menurut rilis Median pasangan Jokowi – Cak Imin mendapatkan elektabilitas 41,3 persen. Berbeda cukup jauh dengan Jokowi – Hary Tanoesoedibjo (40,2 persen) dan Jokowi – Wiranto (39,0 persen).

“100 persen pemilih Cak Imin mau memilih kalau Cak Imin pasangan dengan Jokowi. Makanya kita lihat Jokowi – Cak Imin lebih tinggi daripada pasangan HT ataupun Wiranto. Karena pendukung Cak Imin Solid. Apalagi sudah umum karena cak Imin bagian dari Jokowi, beda dengan Anies,” jelas Sudarto Direktur Riset Median, di Cikini, Jakarta (16/4/2018).

Baca juga :   Terkait Azwar Anas, Cak Imin : PKB dan PDIP Tetap Akan Bersama di Pilkada Jatim

Selain itu Sudarto melihat ada keuntungan jika Jokowi memilih Cak Imin sebagai Cawapres. Salah satunya suara kultural Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Islam.

“Kultural karena cak Imin orang NU, Ketum partai terbesar, tidak berseberangan langsung dengan kubu 212. Sehingga kalau Jokowi didampingi oleh Cak Imin ada keunggulan yang tidak dimiliki paslon lain. Diterima di ulama, kelompok Islam dan mungkin juga 212. Beda dengan HT ataupun Wiranto dan tokoh lain,” paparnya.

Baca juga :   Rusia Ajukan Permohonan untuk Perbaharui Penyelidikan Senjata Kimia di Suriah

Sementara nama dari tokoh partai lain bagi Sudarto belum menujukan elektabilitas yang bagus. Bahkan partai besar seperti Golkar yang suaranya berada di atas PKB.

“Kalau Pilpres kan melihat tokoh walau Golkar punya suara besar. Tapi siapa? Airlangga? Apa keunggulan nya apa dia bisa merangkul kelompok 212 basis Islam,” ucapnya

Artinya kalau Jokowi ingin mendekati basis Islam. Salah satu calon nya itu cak Imin. Minimal di Jatim karena di sana 20 persen populasi,” pungkas Sudarto.