Survei Nasional Indikator Politik Indonesia. (Foto: MA/Kevin)

Majalahayah.com, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait partai politik dan basis koalisi Pilpres. Survei dilakukan pada 16 – 26 Desember 2018.

Peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida mengatakan, jika pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, PDI Perjuangan menempati posisi teratas dengan total suara 21,6 persen. Kemudian disusul oleh Partai Gerindra dengan perolehan 12,2 persen.

“Selanjutnya, Golkar memperoleh 10,7 persen, PKB memperoleh 9,3 persen dan Demokrat sebesar 6,3 persen,” kata Rizka dalam rilis Temuan Survei Nasional Indikator Politik Indonesia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/19).

Lalu, lanjut Rizka, partai Nasdem dengan perolehan suara sebanyak 5,3 persen, partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,2 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4 persen.

Sementara, Perindo mendapatkan 3,4 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) 2,7 persen.

“Sedangkan, partai lain masih lebih rendah dukungannya, dan sekitar 16,5 persen masih belum menentukan pilihan,” ungkapnya.

Dari para pemilih tersebut, secara total sekitar 56,2 persen pemilih merupakan basis koalisi partai pengusung dan pendukung pasangan Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin. Sementara, 26,2 persen merupakan basis koalisi pengusung dan pendukung pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.

“Selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung,” ujarnya.

Untuk diketahui, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam Pemilu, yakni mereka yang sudah nerumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih random (multistage random sampling) dengan jumlah responden 1220 orang. Margin of error dalam survei ini adalah 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.