Majalahayah.com, Purbalingga – Jika Sobat Ayah seorang pecinta kuliner, maka Sobat Ayah patut mencoba makanan baru khas Purbalingga ini. Sroto klamud namanya.

Jika dilihat dari kuahnya, makanan ini memang serupa dengan soto pada umumnya. Perbedaan sroto klamud dengan soto lainnya terletak pada isian dan wadahnya. Soto satu ini berbahan dasar dan berwadah kelapa muda. Unik, kan?

Dilansir dari Pesona Travel, bagi Sobat Ayah yang ingin merasakan kelezatan soto ini, baiknya cek fakta menarik sroto klamud di bawah ini!

Klamud Singkatan dari Kelapa Muda

Mungkin Sobat Ayah bertanya-tanya mengapa makanan ini dinamakan sroto klamud? Jika dilihat dari bahan bakunya, mungkin Sobat Pesona sadar bahwa klamud merupakan singkatan dari kelapa muda.

Hal ini bisa dibuktikan dari wadah dan isian soto khas Purbalingga ini yang menggunakan kelapa muda.

Ketupat yang Diganti dengan Ciwel

Jika sroto Purbalingga biasanya menggunakan nasi atau ketupat, sroto klamud ini menggunakan bahan non beras yakni menggunakan ciwel. Ciwel merupakan jajan pasar yang berwarna hitam kecokelatan yang terbuat dari tepung singkong yang direndam dalam cairan rendaman jerami padi.

Ciwel ini memiliki tekstur yang kenyal sehingga menghasilkan kombinasi yang menarik dan rasa yang otentik khas Purbalingga.

Bihunnya Diganti Kelapa Muda

Sroto klamud juga tidak menggunakan bihun seperti umumnya sroto Purbalingga, melainkan menggunakan erutan kelapa muda. Sebagai pengganti bihun digunakan daging kelapa muda yang  diserut, ditaburi garam kemudian dikukus selama 30 menit agar rasa mentahnya hilang.

Wadahnya Menggunakan Batok Kelapa

Jika biasanya sroto disajikan menggunakan mangkok, lain halnya dengan sroto klamud yang menggunakan wadah langsung dari kelapa muda lengkap beserta serabutnya. Meskipun menggunakan batok kelapa, namun kuahnya tidak menggunakan air kelapa karena akan memberikan rasa asam. Selain itu, wadahnya juga digunakan hanya sekali pakai.

Berlokasi di Toyareja

Sroto Klamud berlokasi di Jalan Toyareja, Dusun 1, Toyareja, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Buka dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 18.00 sore, sroto klamud ini selalu ramai pembeli. Hadiyah Rubi Wahyuni merupakan sosok yang berkat racikan tangan handalnya, terciptalah sroto klamud yang unik dan khas.

Bahkan, soto ini memenangkan perlombaan kuliner di Jawa Tengah. Inilah yang membuat Hadiyah berani untuk menjajakan makanan ini secara umum.

Harga Ekonomis

Sroto klamud dengan daging ayam ini dihargai seharga 18 ribu sedangkan babat atau daging sapi seharga Rp20.000. Jika menggunakan mangkok biasa harganya Rp15.000 dan sroto original harganya Rp10.000 per mangkok. Murah bukan? Harga ini sangat recommended untuk merasakan sroto klamud dengan cita rasa yang unik dan lezat.

Bagaimana, apakah Sobat Ayah tertarik untuk mencoba sroto klamud ini? Monggo datang ke Purbalingga.