Majalahayah.com, Jakarta – Peristiwa yang memalukan dan tidak Islami telah terjadi justru pada perayaan hari raya umat muslim yang fitri. Kejadian yang tidak elok dan patut tersebut berlangsung saat Gubernur DKI Jakarta Anis Bawesdan melakukan silaturahmi ke Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jumat, (15/6/2018).

Sebagian hadirin  yang hadir justru mencoreng makna idul fitri yang hakiki, yaitu dengan menyoraki kedatangan gubernur Anis saat akan bersilaturahmi dengan presiden Jokowi.

“Perilaku tersebut merupakan kejadian yang sangat memalukan, dan tidak Islami bagi para pendukung rezim saat ini. Sorakan itu juga justru menjadi tontonan yang mencemarkan dan merendahkan martabat negara dan umat muslim dihadapan para Konsulat dan Dubes negara- negara sahabat,” ujar Djudju Purwantoro selaku Sekjend IKAMI (Ikatan Advokat Muslim Indonesia) dalam siaran pers (16/06/2018).

Menurut Djudju, Teriakan dan cemohan kepada Gubernur Anies tersebut seharusnya dapat dicegah sedini mungkin oleh pihak keamanan. Kejadian tersebut justru berdampak negatif atas citra presiden di publik, karena masih ada pendukungnya yang menyimpan dendam.

“Semoga saja insiden di open house istana presiden tersebut tidak akan terjadi lagi dikemudian hari, seperti saat ini. Semoga para pendukung atau relawan #2019GantiPresiden tidak mengikuti prilaku tidak terpuji tersebut,” pungkasnya.