Soal LGBT, Zulhas Dinilai Membuat Anggota Panja RKUHP Keluar dari Persembunyian

Soal LGBT, Zulhas Dinilai Membuat Anggota Panja RKUHP Keluar dari Persembunyian

135
0
SHARE
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, sumber: mpr.go.id

Majalahayah.com, Jakarta – Di balik yang tersirat, ada yang ‘tersuruk’. Demikian salah satu cara membaca pernyataan Ketua MPR, Zulkifli Hasan soal LGBT seperti disampaikan Direktur Pusat Pendidikan HAM Universitas Prof. Dr. Hamka, Maneger Nasution.

“Dalam perspektif tafsir tersuruk itu, sekarang sudah tidak terlalu penting lagi untuk mempertanyakan apakah yang disampaikan bahwa ada sekian fraksi yang setuju legalisasi LGBT itu benar atau keliru,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/1/2018).

Dengan tafsir tersuruk itu, Maneger menjelaskan akan dapat dipahami bahwa Zulhas sedang ingin mengatakan kepada publik agar diskursus soal LGBT harus dibuka dan terbuka untuk umum.

“Metode Zulhas itu nyatanya (membuat) anggota DPR yang terlibat dalam Panja RKUHP akhirnya keluar dari persembunyiannya,” ungkap Maneger yang juga mantan Komisioner Komnas HAM.

Anggota tersebut, menurut Maneger, akhirnya buka suara ke publik menyampaikan keadaan terkini di Panja. “Coba bayangkan sekira Zulhas tidak menabuh pernyataan tersuruk itu, publik belum tentu mendapat informasi apapun apa yang terjadi di Panja RKUHP ketika mereka membahas soal LGBT,” tuturnya.

Maneger sendiri menilai Zulhas salah satu satu dari sedikit pejabat negara yang berani mengambil tanggung jawab merespons isu LGBT. Sejak awal, sebagai Ketua MPR, ia menuturkan Zulhas konsisten mensosialisasikan bahwa legalisasi LGBT itu bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, UU Perkawinan dan moral bangsa.

“Ia seolah tak gentar mempertaruhkan jabatannya, meskipun ia disomasi. Sejatinya pejabat negara yang sevisi merapatkan barisan, bukan justru saling menohok,” tandasnya.

LEAVE A REPLY