Singgung Tweet Fadli Zon, Sekjen PSI Sebut Ada Tedensi Ejek Presiden Jokowi

Singgung Tweet Fadli Zon, Sekjen PSI Sebut Ada Tedensi Ejek Presiden Jokowi

957
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Beberapa waktu terakhir, media massa dan media sosial Indonesia diramaikan oleh isu terkait pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany, yang menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Saudara Fadli Zon, terkait Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sekertaris Jendral PSI, Raja Juli Antoni menjelaskan, bahwa PSI menghormati Pemerintah Rusia, sama seperti negara sahabat lainnya. Sebagai partai pemuda, PSI optimis akan masa depan Indonesia.
“Salah satu kuncinya, adalah dengan menjalin kerja sama internasional dengan negara-negara sahabat berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia untuk menegakan perdamaian, kesejahteraan dan keadlian di dunia,” ujarnya di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).
Seperti diketahui, persoalan ini bermula dari tweet Fadli Zon yang menyatakan “Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak byk ngutang, nggak planga plongo.”
“Menurut kami,  Putin bukan pemimpin yang ideal untuk diidolakan. Kedua, ada tendensi pernyataan itu untuk mengejek Presiden Jokowi,” ucap Raja menanggapi tweet yang si lontarkan Fadli Zon tersebut.
Raja juga mengaku, bahwa dirinya menghormati Presiden Vladimir Putin. “Tapi dengan segala hormat, kami menganggap beliau bukan tipikal pemimpin yang tepat bagi Indonesia yang demokratis. Mengkritik Putin bukan berarti membenci pemerintah dan masyarakat Rusia,” ujarnya.