Majalahayah.com – Remdesivir digunakan Singapura untuk mengobati pasien virus Corona COVID-19. Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) pada hari Rabu memberikan persetujuan bersyarat untuk obat eksperimental dari Gilead Sciences remdesivir untuk mengobati infeksi virus Corona COVID-19, menurut pernyataan resmi.

Dikutip dari Fox News, remdesivir, obat antivirus, tidak terbukti berhasil dalam mengobati pasien Ebola tetapi meningkatkan waktu pemulihan pasien virus Corona COVID-19 sebesar 31 persen dalam uji coba yang dipimpin oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat (AS). Dalam studi AS, pasien yang memenuhi syarat untuk mendapat remdesivir sebagai obat Corona adalah pasien yang menggunakan ventilasi.

Persetujuan tersebut memungkinkan spesialis penyakit menular memberikan obat pada pasien virus Corona COVID-19  dewasa yang memiliki saturasi oksigen kurang dari 94 persen, atau memerlukan tambahan oksigen, dukungan pernapasan, seperti dari ventilator.

HSA berkonsultasi dengan Komite Penasihat Obat-obatan untuk memberikan persetujuan bersyarat. Hal ini demi mengoptimalkan penggunaan obat remdesivir. HSA bekerja dengan Kementerian Kesehatan dan para ahli lainnya untuk lebih menentukan pasien mana yang kemungkinan besar akan mendapat manfaat dari remdesivir.

Pemerintah Singapura mengatakan walaupun data tentang keamanan dan kemanjuran remdesivir ‘sangat terbatas’ HSA mempercepat tinjauan remdesivir yang diberikan pada pasien Corona.

Persetujuan Singapura untuk penggunaan bersyarat mengikuti langkah-langkah serupa yang diambil oleh negara-negara seperti AS, di mana Food and Drug Administration (FDA) memberikan otorisasi darurat remdesivir pada 1 Mei. Jepang, di mana obat itu diberikan persetujuan darurat untuk digunakan pada 7 Mei. India pada 1 Juni, dan Inggris.

Pengobatan remdesivir juga ditemukan memperlambat pengembangan virus Corona COVID-19 dan mencegah penyakit paru-paru pada kera, sebut para peneliti yang mencatat bahwa temuan ini mendukung penggunaan antivirus lebih dini pada pasien manusia.

Penelitian, yang dilakukan oleh Emmie de Wit, kepala Unit Molecular Pathogenesis di the National Institutes of Health, dan rekan-rekannya, diterbitkan dalam jurnal Nature.

“Pengobatan dini dengan obat antivirus remdesivir terbukti mengurangi viral load dan mencegah penyakit paru-paru pada kera yang terinfeksi SARS-CoV-2,” para peneliti menjelaskan dalam sebuah pernyataan yang diemailkan ke Fox News.

“Temuan ini mendukung penggunaan awal pengobatan remdesivir pada pasien dengan COVID-19 untuk mencegah pengembangan menjadi pneumonia,” jelas para peneliti.