Mardani

Majalahayah.com, Jakarta – Bocah pelaku menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial Instagram, meminta maaf atas perbuatannya. Permintaan maaf ini disampaikan bersama orangtuanya melalui sebuah video dan diunggah ke media sosial.

Menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera permintaan maaf bersama keluarga bagus untuk menjadi edukasi. Tapi dirinya pun mengkritik bahwa perlakukan serupa harusnya terjadi pada kasus lain.

“Ucapan maaf dan hadir dengan orang tua tentu bagus. Dan bisa jadi edukasi untuk semua. Karena itu perlakuan serupa mestinya diterapkan pada kasus-kasus sebelumnya,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Majalahayah.com, Kamis (24/5/2018).

Baginya pendekatan yang dilakukan aparat pada kasus lainya adalah kekuasaan. Hal ini baginya merupakan perlakuan yang diskriminatif kepada warga negara.

“Jangan main tangkap dan pendekatan kekuasaan. Jika kasus ini gunakan pendekatan edukasi dan kasus lain gunakan pendekatan kekuasaan maka pemerintah sedang menggali kuburnya sendiri. Siap2 #2019GantiPresiden,” jelasnya.

Mardani pun mencontohkan kasus seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) yang ditangkap karena postingannya di Media Sosial (Medsos). Saat itu dosen tersebut menyebut bom yang terjadi di Surabaya sebagai pengalihan isu.

“Itu yang saya garis bawahi ada ketidakadilan,” pungkasnya.