Sindir Mundurnya Nuruzzaman, Habiburokhman : Pengurus DPP Tidak Semuanya Mau Berjuang

Sindir Mundurnya Nuruzzaman, Habiburokhman : Pengurus DPP Tidak Semuanya Mau Berjuang

82
SHARE
Habib

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Bidang Advokasi dan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman angkat bicara tentang Mohammad Nuruzzaman.

Diketahui sebelumnya, Nuruzzaman yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) telah menyatakan mundur dari Partai Gerindra. Ia memutuskan untuk mundur karena kecewa terhadap Gerindra.

Mundurnya Nuruzzaman dari Gerindra mendapat tanggapan dari Habiburokhman. Habiburokhman sendiri mengaku belum pernah melihat Nuruzzaman dan mengatakan bahwa tidak semua pengurus bersedia berjuang.

“Jujur aja gua gak pernah ngeliat tampang Mas Nuruzzaman itu di DPP. Pengurus DPP memang banyak tapi gak semua yang mau aktif hampir tiap hari berjuang kayak gua,”  kicau Habiburokhman, Rabu (13/06/2018).

Ia juga menyangkal pernyataan Nuruzzaman sebelumnya yang mengatakan bahwa Jakarta adalah kota intoleran.

Baca juga :   BNPB akan Kerjasama dengan Lembaga Amerika Buat Peta Bencana

“Bilang Jakarta kota paling intoleran? Dasarnya apa? Coba bandingkan dengan banyak kota di Eropa yg larang sekolah pakai Jilbab, atau kota dimana ada tokoh yg digeruduk bawa sajam karena perbedaan politik,” tulis Habiburokhman.

Dia menyatakan, justru Jakarta adalah kota paling intoleran di dunia. Tuduhan Gerindra rasis dianggapnya adalah tuduhan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

“Jakarta justru salah satu kota paling toleran di dunia. Bahkan ada yg nikah di Katedral dikawal sama umat. Tuduhan Gerindra rasis adalah tuduhan daur ulang yg gak laku alias basi, pernah di pakai Pilgub DKI justru membuahkan kekalahan mereka,” ucapnya.

Baca juga :   Di Cipinang, Ternyata Ahok Disoraki Napi Mantan Bawahan 

Terakhir, Habiburokhman menyinggung tentang militansi kader yang tidak gampang dijalankan meski bertahun-tahun telah bernaung di partai.

“Memang gak gampang jadi kader militan partai kerakyatan seperti Gerindra. Kerja keras kita bertahun2 belum tentu berbuah pangkat, jabatan atau kedudukan,” pungkas Habiburokhman.

Diberitakan sebelumnya, Mohammad Nuruzzaman telah mengirimkan surat elektronik pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Selasa (12/6/2018).

Di dalam surat tersebut, Mohammad Nuruzzaman menyatakan alasannya mengundurkan diri. Ia menilai Partai Gerindra berbelok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter kepada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja