Sertifikasi Halal Vaksin MR Perlu Waktu Panjang, KPAI : Hak Anak Wajib...

Sertifikasi Halal Vaksin MR Perlu Waktu Panjang, KPAI : Hak Anak Wajib Dipenuhi

51
SHARE
Kemenkes

Majalahayah.com, Jakarta – Terkait sertifikasi halal dalam vaksin Measles Rubella (MR), Komisioner bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitty Hikmawaty tegaskan hak pemenuhan anak wajib dipenuhi. Hal ini ia dasari menurut UU Perlindungan anak nomor 35 tahun 2014.

“Kasus ini bukan yang pertama kalinya, tahun lalu kami sudah merekomendasikan dengan mengundang pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Badan Penjamin Halal (BPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kita saling memahami masalahnya dimana, dan kita ambil kesepakatan untuk memberikan kekebalan tubuh bagi anak, untuk penyakit semacam ini, kita sepakati dan dinilai sangat penting,” ujarnya saat dihubungi majalahayah.com (08/08/2018).

Baca juga :   Umat Muslim Rohingya yang Dianiaya, Melarikan Diri dari Myanmar

Menyampaikan bahwa vaksin MR sudah diwajibkan negara untuk diberikan kepada masyarakat terkhusus anak, Sitty tambahnya jika yang dipermasalahkan halal atau tidaknya itu kaitannya dengan syariah.

“Kita sudah banyak sekali mempelajari proses hukum, menurut UU nomor 33 tahun 2014 persoalan jaminan produk halal, produsennya itu dari India bukan Indonesia,” tambahnya.

Menyatakan jika Imunisasi yang pertama kalinya tidak langsung dieksekusi, Sitty tegaskan akan menuai dampak yang berbahaya bagi anak.

Baca juga :   Munculnya Fenomena Rizieq, Pengamat Politik LIPI : Karena Sikap NU dan Muhammadiyah Teknokratis

“Namanya pengujian itu tidak dapat selesai 1 atau 2 tahun, seperti vaksin imunitas, itu pun awalnya belum terverifikasi harus menunggu hingga 10 tahun baru mendapatkan sertifikasi halal,” tuturnya.

Diakhir penyampaian, terkait sertifikasi halal vaksin MR, Sitty berharap selama dalam proses yang terpenting hak anak tetap harus diberikan tidak bisa menunggu sampai selesainya vaksin MR bersertifikasi halal.