Sering Dapat Predikat Negatif, Tawon Juga Miliki Peran Penting di Alam

Sering Dapat Predikat Negatif, Tawon Juga Miliki Peran Penting di Alam

44
SHARE
Tawon

Majalahayah.com, Jakarta – Saat berjumpa dengan tawon, orang cenderung mengusir atau membunuhnya. Mungkin banyak juga yang beranggapan bahwa tawon tak memiliki manfaat, berbeda dengan lebah.

Tapi siapa sangka, tawon yang lebih sering mendapat predikat negatif rupanya juga memiliki peran penting, sama seperti lebah.

Tawon juga terlibat dalam penyerbukan, sebuah peran yang cenderung diabaikan. Meskipun mereka tidak menyerbuki dengan tingkat yang sama dengan lebah, namun mereka dapat bertindak sebagai cadangan yang baik di habitat yang tidak ada lebah.

Adam Hart, seorang entomolog dari University of Gloucestershire mengatakan, tawon juga berperan besar dalam ekologi karena mereka adalah predator.

“Jadi mereka pengendali hawa alami. Mereka memangsa hama serangga yang makan tanaman,” kata Hart dilansir Newsweek, Selasa (18/09/2018).

Menjadi predator, artinya tawon dapat meningkatkan keanekaragaman hayati.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ecological Entomology, mencoba untuk menjawab bagaimana sebenarnya persepsi publik terhadap lebah dan tawon.

Baca juga :   Minim Tenaga Pengajar di NTT, Muhammadiyah Bantu Transfer Ilmu dan Teknologi

“Meskipun ada konsensus umum bahwa orang membenci tawon, kami tidak memiliki bukti ilmiah mengenai ini dan alasannya. Jadi kami membuat survey melalui media sosial untuk mencari tahu,” kata Seirian Sumner, peneliti dari Centre for Biodiversity and Environment Research University Colloge London (UCL) yang melakukan studi ini.

Peneliti melakukan survei kepada 748 masyarakat dari 46 negara. Hasil survei jelas, publik memang membenci tawon. Kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan tawon bersifat negatif dan emosi. Misalnya menjengkelkan, nyeri, atau berbahaya.

Sementara kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan lebah bersifat positif dan fungsional. Misalnya penyerbukan, bunga, atau madu.

Lebih jauh lagi, mereka menemukan bahwa orang pada umumnya tidak menyadari benefit dari tawon. Jadi bisa dikatakan pemahaman yang kurang mengenai peran tawon menjadi penyebab mereka dibenci, ditambah lagi interaksi dengan mahluk ini cenderung tidak menyenangkan, terutama ketika kemping.

Baca juga :   KPAI : Petugas Kesehatan Tak Boleh Menutupi Dugaan Kasus KIPI Saat Imunisasi

“Manusia membenci tawon selama ribuan tahun, Aristoteles bahkan menggambarkan tawon sebagai hal yang negatif. Tawon juga dipandang sebagai hukuman dari Tuhan,” tutur Sumner.

Budaya yang terbentuk selama ini untuk membenci dan takut tawon pada akhirnya memungkinkan dan memengarahui para ilmuwan dalam memilih dan mempelajari tawon.

Sebab, faktanya makalah yang membahas tawon juga terbatas jika dibandingkan dengan lebah, yang artinya lebih sedikit pihak yang mengkomunikasikan peran positif mereka dalam ekosistem.

Padahal, semua serangga, termasuk tawon, berada di bawah ancaman perubahan iklim. Sehingga, perlu melindungi dan menjaga mereka dari kepunahan.

“Langkah pertama untuk menghargai peran tawon adalah menyediakan penelitian yang berhubungan dengan nilai ekonomi dan sosial mereka, ini akan membantu masyarakat memahami pentingnya tawon. Sebab dunia tanpa tawon berarti kita perlu menggunakan lebih banyak bahan kimia untuk mengendalikan populasi hama serangga,” tambah Sumner.