Majalahayah.com, Jakarta – Digitalisasi dipercepat akibat pandemi COVID-19, sekolah dilakukan secara online dengan gadget. Apakah efektif? Bagaimana saran psikolog supaya belajar anak tetap bisa menyerap pelajaran dengan baik?

Psikolog Klinis Anak, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi. mengatakan relasi dengan guru melalui media online memang perlu menyesuaikan strategi dengan usia anak. Terpenting, guru perlu mempertimbangkan durasi konsentrasi anak, cara menarik perhatian anak, serta menyesuaikan target pengajaran anak.

“Jika hal-hal ini kurang disesuaikan tentu bisa saja mempengaruhi kondisi psikologis anak misalnya anak merasa mudah bosan, over stimulasi, emosi yang mudah berubah-ubah atau jadi rewel, mudah lelah dan sebagainya,” katanya mengutip dari Detikcom.

Hal ini memang memerlukan kerjasama antara orangtua dan sekolah agar menemukan jalan tengah metode atau strategi mengajar jarak jauh yang sesuai dengan kondisi saat ini. Keduanya harus berkolaborasi mendukung pendidikan bagi anak.

Kantiana, Psikolog Personal Growth, menambahkan yakni efektif tidaknya anak menyerap informasi ketika sekolah online tergantung pada anak. Ada anak yang baik-baik saja dan dapat mengikuti proses belajar online dengan baik, namun ada juga yang kurang dapat memfokuskan perhatian atau kurang dapat memahami pelajaran dengan baik dengan sesi online.

“Untuk ini, orangtua dan guru perlu melihat lagi kebutuhan masing-masing anak, disesuaikan dengan karakteristiknya juga sehingga dapat diberikan alternatif pembelajaran yang sesuai dengan anak,” ujarnya.

Misalnya adalah melakukan bimbingan tambahan dari tutor atau orangtua, jeda waktu dalam mengerjakan tugas dan belajar, pembelajaran dengan bantuan alat-alat yang konkrit, dan ide kreatif lainnya.