Ilustrasi anak depresi. (Foto: Pixabay)

Majalahayah.com, Jakarta – Perundungan atau bullying yang masih terjadi kalangan anak sekolah memang sangat memprihatinkan. Tindakan bullying akan memberikan dampak buruk yang berpengaruh pada akademis, prilaku sosial, gangguan pada fisik, dan perubahan emosi.

“Perundungan atau bullying memiliki dampak yang berpengaruh kondisi anak yang berakibat pada penurunan prestasi akademis, perilaku sosial, gangguan pada fisik dan perubahan emosi,” tulis akun instagram resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) @kemdikbud.ri, Senin (20/1/2020).

Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang diakibatkan oleh bullying.

1. Akademis

– Penurunan prestasi akademis

– Penurunan tingkat kehadiran

– Berkurangnya minat pada tugas dan kegiatan sekolah lainnya.

– Sulit berkonsentrasi

– Drop out dari sekolah atau kegiatan yang tadinya dia sukai

2. Sosial

– Tidak percaya diri, pemalu, tidak mampu menyampaikan pendaptnya dan cenderung mengikuti kemauan orang lain.

– Punya sedikit sekali teman, tak populer, cenderung menarik diri -Kurangnya rasa humor -Sering diejek, ditertawakan -Kadang dipukul, didorong, ditendang, tanpa mampu membela diri -Bahasa tubuhnya lemah, misalnya: tak ada kontak mata kepala menunduk, dan badan membungkuk.

3. Fisik

– Sakit berkelanjutan

– Keluhan pusing, sakit perut (mulas)

– Gagap

– Sulit tidur

– Lemah

– Mual

– Luka-luka pada tubuh korban

– Tampak lemah tak berdaya

4. Emosi

– Suasana hati yang berubah-ubah

– Sensitif, was-was, takut, cemas, gelisah, tak aman, minta didampingi ke tempat-tempat tertentu di mana dia telah mengalami perundungan sebelumnya.

– Murung, sedih, mudah menangis

– Menyalahkan diri sendiri

Sekadar menambahkan sebagai catatan khusus, anak-anak tertentu yang mengalami perundungan ini membuatnya menjadi agresif (penuh kemarahan), dengan ingin membalas sakit hatinya dengan melakukan perlindungan terhadap orang lain. Ia cenderung menjadi pelaku.