Foto : Orasi Habib Rizieq Shihab dalam aksi bela rakyat atau aksi 212 jilid 2 di depan Gedung DPR/MPR.

Majalahayah.com, Jakarta – Imam kita seorang ulama. Tentunya sebutan ulama adalah orang yang berilmu. Tepatnya, pribadi yang sarat dengan ilmu pengetahuan.

Sedangkan sumber ilmu itu bersumber dari Al Quran dan Al hadist, itu fakta yang dinyatakan didalam Kitab Pembeda  oleh Maha Perencana, Sang Maha Pemilik Ilmu

Kepandaiannya bisa di prediksi dari jati dirinya adalah seorang imam dari para ulama , para orang pandai. Sehingga tepat kalau Sang Imam ” dinobatkan ” sebagai orang super cerdas.

Bagaimana dapat kita, anda mengklaim dirinya seorang yang super cerdas ? Punya dalil fakta yang bukan sekedar prediksi oleh karena fanatisme ?

Punya,  fakta valid.  Satu persatu tokoh nasional , tokoh-tokoh politik urutan nomor 1 dinegeri ini yang bergelar Doktor Ilmu Politik dan  Jenderal yang politikus, datang kepadanya kelokasi jauh nan cukup melelahkan dan mereka hadiri acara yang digagasnya, acara yang diagendakannya sudah sejak lama, yakni Ijtima ulama. Cukup perintah hanya dari jauh melalui pesan whatsapp . Cukupkah fakta yang dibutuhkan ?

Saat pilpres ini beliau adalah pesaing nomor satu dari kandidad incumbent / petahana yang cukup ideal dalam all fasility  tuk pelaksanaan meraih kemenangan . Dalam konsep politik bisa berbuat apa saja  sebagai penguasa yang de yure maupun de facto.

Hakekatnya semua pengamat faham  dirinyalah yang diperhitungkan selain oleh ” stoking holder ” fakta pula nampak gunjingan terhadap diri beliau sebagai tokoh paling dibenci plus bonus fitnah di semua medsos ( wag , twitter  dll ), sehingga menjadikan Sang Imam  tokoh terbanyak tak terpungkiri yang terposting baik nama maupun poto beliau dalam kurun 24 jam setiap harinya, disetiap WAG ,  ingat !  tiada jedda.

 Karena ditokohkan di mix dan gorengan multi cita rasa , melalui konstruksi sedemikian rupa dengan minyak serta bumbu penyedap fitnahan – fitnahan keji oleh para hoakers  atau ” ahokers ” , catatan penulis ; ahoakers adalah jelmaan atau cikal bakal penerus gen ahoker .

Semua stretegi dibuat serta disusun oleh petahana serta tim ahlinya dengan sangat seksama serta hati – hati,  strategi khusus maupun secara umum dibuat sebagai antisipasi  kepada diri Imam Besar Ummat Islam RI. hal ini sangat nyata faktual,  kadang mereka menggunakan prinsip ‘walau mesti brutal’ sekalipun, termasuk juga persekusi yang bisa jadi mengarah kepembunuhan.

Disemua isi otak tim ahli petahana, melulu mengarah kepada diri imam kita, menjadi hantu pikiran mereka, sehingga terfokus  bukan kepada lawan sesungguhnya sebagai depinitif PAS yang terdaftar di KPU

Semua kepandaian dan kecerdasan  beliau dapatkan, oleh karena berguru dan menimba ilmu kepada Sang Khalik Sang Empunya Ilmu langsung , melalui Kitab Pembeda ( Al Furqan ) sebagai Panduan Wajib Ciptaan Sang Maha Sempurna dan beberapa potong kertas real sebagai formalitas yang didunia fana cukup berharga. Walau sekedar prasyarat atau formalitas, beliau contohkan kepada ummat untuk mengambil  gelar intelektual sebagai bentuk kepatuhan WN yang baik, persyaratan normatif seorang yang dianggap berpengetahuan dengan gelar strata 1 , 2 dan 3

Bagaimana dengan pilihan  pilpres pasca ijtima pertama dan kemungkinan kelak hasil akhir ijtima ke – 2

Kembali saat ini semua mata dan pikiran tim sukses pemenangan petahana,  munafikun serta ahoakers mengarah kepada dirinya yaitu momentum maha penting jelang Ijtima ke – 2.

Kuntitan mata mereka bisa disaksikan secara kasat melalui kelopak mata semua masyarakat,  baik masyarakat dalam negeri serta publik internasional, sehingga hal terkait ” last minute “, dililihnya KMA oleh JKW bisa  membuktikan  dilantiknya cawapres saat last minute adalah mengikuti pola gagasan IB HRS  dengan framing ijtima ulama dalam pencaharian Capres-serta Cawapres yang terpublikasi oleh media sosial akan mengarah kesosok / figur ulama, adapun yang petahana dan tim harapkan terkait disandingkannya KMA  “mungkin dianggap selain punya merk ulama dibahunya” , hingga sedikit lumayan selain punya  ketokohan dari sisi ulama, selainnya oleh karena  sama – sama berlatar belakang basis  NU, karena NU bagi IB HRS  adalah rumah besarnya juga.

Selain tak bisa dipungkiri faktor penting ormas muslim NU adalah ormas terbesar di negeri Nusantara ini sehingga petahana dan tim mengharapkan ‘moga – moga ( mudah-mudahan ) ‘ KMA dapat menjadi dam antisipatif pengaruh gelombang besar pengikut dan simpatisan IB HRS serta finisnya memenangkan kompetisi suara saat pilpres dan cawapres nanti ditahun depan 2019 atau persisnya KMA akan  membantu perolehan suara yang menjadikan JKW berlanjut ke periode kedua selaku presiden RI, masa waktu 2019 – 2024

Bisa jadi momentum ijtima ke – 2 ini adalah bernilai historis tinggi karena  jelang pilpres 2019, oleh sebab ijtima jilid ke -2 ini, ( insya Allah September 2018 , yang tanggalnya belum ditentukan ) akan menentukan arah kemana Para Ulama, dan Para Ummat Muslim pencinta beliau di tanah air serta  simpatisan beliau akan berlabuh dan jatuhkan pilihan pada kamar bilik di 2019

Kepada siapa pilihan akan beliau titahkan ?  apakah slogan ganti presiden 2019 dengan latar belakang kriminilisasi ulama akan jadi kenyataan ? Atau  Alternatif pertama  kepada hasil ijtima ke – 2 diberi mahkota pengukuhan ? Walau telah terjadi ” insiden dengan sengaja dilakukan ” pelanggaran terhadap  1 poin dari 2 poin rekomendasi.

Tentu Pertimbangan Mamfaat Serta Mudhorat Adalah Inti Akhir Pertimbangan Beliau.

Semua diri kami , kita serta  anda dan anda –  anda mesti percayakan dan serahkan pilihan genting ini kepada Beliau Sang Imam Besar Ummat Islam RI. Karena tuntunan wajib didalam Kitab Pembeda sebagai berkewajiban Seorang / masyarakat Muslim memiliki seorang pemimpin  dan selain merujuk norma – norma konstitusi, selebihnya juga sebagai pelepas tanggung jawab diri ummat baik di dunia maupun kelak di akhirat terkait Samina Waatoona

Wallahualam , samina waatona

Oleh : Damai Hari Lubis

(Ketua Divisi Hukum PA 212)