Seberapa Penting Peran Orangtua Cegah Perkawinan Usia Anak?

Seberapa Penting Peran Orangtua Cegah Perkawinan Usia Anak?

43
SHARE
Wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (Foto: KPAI)

Majalahayah.com, Jakarta – Momentum Hari Perempuan Internasional, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) katakan bahwa permaslaahan perkawinan usia anak di Indonesia masih menjadi masalah meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mengeluarkan putusan dalam UU terkait batas usia menikah.

Mengetahui masalah perkawinan usia anak merupakan masalah yang amat kompleks, Rita Pranawati terangkan bahwa upaya konkrit pencegahan perkawinan anak berawal dari pola asuh keluarga terhadap anak.

Baca juga :   Bukan Gawai ! Ini Tantangan Berat Orangtua dalam Pola Asuh

“Kuncinya ada di pengasuhan. Persepsi orangtua tentang bgaimana anak, hak anak dan bagaimana kemudian memperlakukan anak itu yg menjadi kunci,”  jelas Rita saat ditemui di Hotel Artaduta, Jakarta Pusat (12/3/2019).

Naasnya, sambung Rita bahwa tak sedikit orangtua yang memaksa anaknya agar segera menikah hal tersebut ia katakan dengan berbagai alasan orangtua terhadap anak.

“Jangan karena takut anak tidak laku. Menikah itu bukan solusi, maka orangtua harus punya prespektif yang baik. Menikah itu harapanya bahagia dan kesadaran nukan keterpaksaan,” imbuh Rita.

Baca juga :   Ini Penjelasan Penulis Buku Berkonten LGBT

Tidak hanya orangtua dan keluarga, Rita tambahkan tokoh masyarakat dan agama turut serta menjadi kunci sentral mencegah perkawainan anak.

“Dalam sistem informasi manajemen nikah, kemenag dan kemendagri itu baguan upaya mencegah perkawainan anak juga,” tukas Rita.