Majalahayah.com, Jakarta – Perubahan iklim merupakan kondisi di mana pola cuaca di suatu wilayah yang mulai berubah dalam waktu lama.

Beberapa hal yang berkontribusi dalam perubahan iklim di antaranya yakni intensitas matahari, letusan gunung berapi, dan perubahan konsentrasi gas rumah kaca yang terjadi secara alami.

Dilansir dari laman NRDC, Selasa (21/1/2020), sebuah studi menunjukkan bahwa pemanasan iklim yang terjadi sejak pertengahan abad ke-20 juga menjadi salah satu pengaruh perubahan iklim.

Perubahan iklim diukur dari waktu ke waktu dengan satelit meteorologi jarak jauh yang mengorbit Bumi. Pelampung laut juga digunakan untuk memantau cuaca dan iklim saat ini.

Para peneliti mengukur perubahan iklim melalui sumber-sumber alami seperti inti es, cincin pohon, karang, dan sedimen laut dan danau. Data-data tersebut memungkinkan para ilmuwan untuk memperluas catatan iklim Bumi jutaan tahun yang lalu.

Catatan-catatan ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang perubahan jangka panjang di atmosfer bumi, lautan, permukaan tanah, dan cryosphere (sistem air beku). Para ilmuwan kemudian memasukkan data ini ke dalam model iklim canggih yang memprediksi tren iklim masa depan dengan akurasi yang hebat.