Perang Suriah. Foto: www.abc.net.au

Majalahayah.com, Moskow – Kementerian Luar Negeri Rusia, memanggil Duta Besar Israel, Gary Koren untuk menuntut penjelasan terkait serangan udara yang dilakukan dekat kota Palmyra Suriah pekan lalu. Koren dipanggil pada Jumat (17/3), setelah sebelumnya berita tentang serangan mereka muuncul.

Dilansir dari Russia Today, Senin (20/3/2017), Kemenlu Rusia membenarkan bahwa sebagian besar kedatangan Koren membahas seputar peristiwa terbaru di Suriah. Namun pihaknya enggan mengomentari lebih lanjut isi perbincangan tersebut.

Pada Jumat pagi, jet tempur Israel menyerang beberapa sasaran di Suriah, dan dilaporkan telah menghancurkan sejumlah senjata milik gerakan militan Hizbullah. Angkatan Udara Suriah pun menembakkan rudal anti pesawat pada mereka saat kembali dari misi.

Israel lalu kembali membalas dengan menembak jatuh salah satu pencegat mereka, dengan rudal jarak jauh SAM. Pada hari Minggu, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberma memberi pernyataan bernada ancaman akan menghancurkan pertahanan udara Suriah jika negara mereka menyerang pesawat tempur Israel lagi.

“Lain kali jika pasukan pertahanan udara Suriah bertindak terhadap pesawat kami, kami akan menghancurkannya,” kata Avigdor pada Radio Publik Israel. “Kami tidak akan ragu. keamanan Israel adalah di atas segalanya, tidak akan ada kompromi,” tegasnya.

Israel sendiri memang memiliki catatan panjang sering melanggar wilayah udara Suriah, bahkan sejak sebelum perang berkecamuk pada 2011. Insiden yang paling terkenal ialah pada tahun 2007, ketika serangan Israel menghancurkan reaktor nuklir yang dicurigai di provinsi Deir ez-Zor, Suriah.