Majalahayah.com – Kini, Rusia tak perlu lagi kesulitan dalam mencari korban kecelakaan di tengah laut. Pasalnya, negara tersebut sudah membuat robot penyelamat yang di buat khusus untuk mencari korban yang jatuh di dalam air. 

Menggunakan sistem yang dapat mencari korban tenggelam secara otonom, robot tersebut akan otomatis berubah menjadi rakit penyelamat jika sudah menemukan korban.

Pada pameran senjata Army 2019 di Moskovsakaya Oblast akhir Juni lalu, sejumlah insinyur Rusia memamerkan ciptaan terbaru mereka, sebuah drone pencarian dan penyelamatan (SAR) Aurora dengan kecerdasan buatan, yang secara mandiri mampu menemukan orang-orang yang tenggelam dan berubah menjadi rakit penyelamat.

“Robot ini memiliki fitur kecerdasan buatan (AI) dan neurotechnology, yang memungkinkannya mencari orang-orang di laut dengan ‘penglihatan teknisnya’. Ini adalah teknologi yang kami kembangkan sendiri,” kata Ivan Antsev, Direktur Eksekutif RADAR MMS dan kandidat Ph.D. di bidang ilmu teknik dikutip dari RBTH, Selasa (3/9/2019).

Antsev menjelaskan, didalam robot tersebut memuat neuron dan data khusus ke dalam Artificial Intelegance (AI) drone. Sehingga, alat itu mampu membedakan orang dari puing-puing di dalam air.

“Robot kami sudah digunakan Kementerian Situasi Darurat Rusia,” ucap Antsev.
Dia menekankan, bahwa saat ini tidak ada model asing serupa, yang bisa mencari orang-orang di lokasi kecelakaan dan berenang mendekati mereka secara mandiri.

Bagaimana Robot Sampai ke Zona Bencana?
Begitu sampai di lokasi kecelakaan, Aurora akan dijatuhkan dari helikopter yang dilengkapi dengan pelacak lokasi serta stasiun optometri dan radio elektronik.

Helikopter yang dikerahkan ke lokasi bencana dapat lepas landas dan mendarat baik di laut maupun di daerah perkotaan yang minim fasilitas. Pada saat yang sama, alat itu dapat mendeteksi objek (mulai dari kapal tenggelam hingga kilang minyak) baik dalam kondisi hujan lebat maupun berkabut tanpa visibilitas.

Saat ini, ada dua versi helikopter: model besar, yang dapat mengangkut muatan hingga 150 kg, dan model kecil yang membawa drone Aurora.
Masing-masing memantau area sekitarnya pada jarak beberapa kilometer, dan “melihat” segala sesuatu di bawah air pada kedalaman 100 meter dengan perspektif bird’s eye view.

Selain Kementerian Situasi Darurat, Gazprom dan Rosneft juga menggunakan drone helikopter RADAR MMS untuk operasi penyelamatan di kilang minyak dan gas di laut, sertauntuk mencari ladang minyak baru di lepas pantai.