RS Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan, Bagaimana Nasib Pasien?

RS Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan, Bagaimana Nasib Pasien?

77
SHARE
BPJS Kesehatan (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, Jakarta – Banyak rumah sakit di Jabodetabek tidak lagi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Bukan tanpa alasan, rumah sakit tersebut ternyata tidak memiliki sertifikat akreditasi, yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Pastinya banyak pasien kebingungan atas keputusan baru ini. Mungkin beberapa dari mereka tidak tahu proses pindah berobat ke fasilitas kesehatan lainnya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pasien BPJS Kesehatan yang berobat di rumah sakit yang telah putus kontrak tidak perlu khawatir. Anda bisa pindah rumah sakit dengan syarat ada surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah terdekat.

Baca juga :   Ombudsman RI Berikan Penjelasan Terkait RS yang Tolak Pasien BPJS karena Ruangan Penuh

“Pasien akan dirujuk dari faskes tingkat pertama ke rumah sakit. Di faskes tingkat pertama, nanti muncul daftar rumah sakit yang masih kerja sama untuk menjadi tujuan rujukan. Pasti diarahkan petugasnya,” ungkap Iqbal mengutip dari Okezone, Senin (07/01/2019).

Dalam prosesnya, sebut Iqbal, sama seperti yang dilakukan pasien sebelumnya. Hanya saja pasien tersebut pindah faskes, yang memiliki sertifikat akreditasi dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Iqbal menegaskan, pasien tak perlu panik atau takut tidak dilayani seperti biasa karena masalah ini. Asalkan syarat yang diikuti sudah sesuai, Anda bisa terlayani dengan baik di rumah sakit yang berbeda.

Baca juga :   Fatwa Haram MUI untuk Tangkal Menjamurnya Hoax dan Buzzer di Media Sosial

“Setelah berobat ke faskes tingkat pertama, nanti petugas memilihkan rumah sakit terdekat yang masih melayani JKN-KIS. Jadi prosedurnya selalu via faskes tingkat pertama, kecuali kondisi darurat bisa langsung,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, ada sekira 31 rumah sakit di Jabodetabek yang putus kontrak dengan BPJS Kesehatan. Ada 8 rumah sakit di antaranya berada di DKI Jakarta. Antara lain RS Menteng Mitra Afia (Jakarta Pusat), RS Mulyasari (Jakarta Utara), RS Umum Pekerja (Jakarta Utara), RS Mata Primasana (Jakarta Utara), RS Kartika Pulomas (Jakarta Timur), RS Yadika (Jakarta Timur), RSIA Sayiddah (Jakarta Timur) dan RSUD Jatipadang (Jakarta Selatan).