Ekonom senior, Rizal Ramli. (Foto: Beritasatu)

Majalahayah.com, Jakarta – Ahli ekonomi, Rizal Ramli menyebut rezim kali ini hanya didukung oleh para influencer dan buzzer. Hal ini jelasnya membuat pendukung rezim tidak berasal dari kekuatan rill masyarakat.

Hal ini membuat ironi karena buzzer menurut Rizal adalah orang yang pengecut. Karena tidak berani menjukan identitasnya saat menyerang seseorang.

“Pendukungnya kebanyakan influencer dan buzzer. Buzzer ini makhluk paling penakut diselurh dunia. Dia enggak berani pakai namanya sendiri,” tegas Rizal saat acara bedah buku “Bangsa Terbelah” di Warkop Pua’kale, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Rizal pun menilai dengan dukungan kepada rezim yang hanya bersifat digital, para oposisi tidak perlu takut. Karena jelasnya dengan sikap konsisten kebenaran akan terungkap.

“Kelompok-kelompok (rezim) ini supaya dibedah enggak perlu golok, enggak perlu linggis, kampak cukup peniti-peniti kebenaran,” papar mantan menteri di era Abdurahman Wahid ini.

Karena Itu Rizal menyerukan kepada para aktivis untuk terus menyuarakan kebenaran. Apalagi ungkapnya banyak para akademisi yang masih tutup mata dengan kondisi

“Saya serukan kepada aktivis mulai hari ini mulai lebih kritis. Mumpung semua takut, ini space buat aktivis modal di Facebook (FB) aja udah bikin heboh. Nanti kalau orang berani lagi, dosen berani, kagak ada tempat buat aktivis. Mumpung kagak ada yg berani ini Space ruang buat aktivis. Pakai peniti kebenaran,” tutupnya yang disambut tepuk tangan penonton.